Semburat jingga
Wednesday, August 23, 2006

Bisa melihat sesuatu yang salah? Jelas ada yang sangat teramat wagu alias aneh di foto diatas. Keanehan yang membuat perasaan kurang nyaman, sewot, sebel, gemes. Sapa lagi kalau bukan perasaan saya? Kemarin2 sempat mengindahkan, tapi karena pengamatan jeli sang teman akhirnya kembali dihadirkan.

Siapapun orang yang mengkonsep, siapapun orang yang membuat, siapapun orang yang memasang papan anjuran konyol itu bisa dipastikan orang tersebut adalah LAKI-LAKI! Kentara sekali cara laki2 membuatnya. Bukan ukuran papannya, bukan kombinasi pewarnaannya (yang nyata kombinasi warna yang aneh) tapi karena ISI TULISANNYA. Apapun alasannya.

Menyebalkan sekali, apa mereka lupa, sengaja berpura2 lupa kalau di proyek ini ada pekerja wanita? Walaupun jumlahnya tak lebih dari jumlah jemari tangan. Tapi wanita juga berhak merasa papan anjuran itu untuknya. Ini hanya segelintir contoh ketidakberuntungan wanita diposisikan ‘lemah’, ditempatkan sebagai penghuni kelas dua. Seperti di tempat saya bekerja, minoritas tapi keberadaan kami cukup esensial. Uh tapi mana ada yang mau mengakui betapa ‘adanya’ kami disini? Lha wong saya tes laki2 disini, saya print foto diatas njuk saya tanya ‘ada yang aneh ga dari foto ini?’ & bisa ditebak (tebakan saya tepat bahkan sembari ngupil) ga ada yang ngeh soal ini.

Rata2 hanya fokus ke fisik fotonya atau fisik papannya. Tidak ada yang menyinggung soal isi tulisan papan ini. Apa karena mereka sadar diri kalau membuat kesalahan? Atau jangan2 memilih menjawab aman takut saya ngamuk?

Mbuh lah yang terpenting saya sedang giat usul agar segera dikoreksi, sementara ini hanya mengajukan 2 revisi, diantaranya:

HATI-HATI, Ditunggu keluarga
Usul pertama & usul yang paling masuk akal. Keluarga berarti luas, bisa istri/suami, anak, ibu, ayah, adik dll. Aman!

HATI-HATI, Ditunggu anak dan istri/suami
Usul kedua yang akan tetap mengundang cemooh. Lihat tulisan suami yang notabene di belakang istri. Bagi feminis radikal jelas membuat emosi naik. Masa dipakaikan garis miring? Masa terletak setelah kata istri? Riskan…masih menyisakan rasa ketidakadilan.

Jadi? Dukung kesetaraan berpikir masyarakat dong. Mulailah dengan keluarga & teman terdekat. Wanita bukan hanya ‘konco wingking’, peran kami sama (hanya berbeda bentuk implementasinya). Tidak ada salahnya mulai memperhatikan komunitas wanita dengan segala keunikannya. Pasti akan lebih hidup!


………btw, masih ada cerita seru saya soal kondom 4 rasa kemarin lho………hmmm masih terbayang ;)


Posted by at 4:37 PM | | 11 comments
Wednesday, August 16, 2006
Iya gara2 sang anonymous & provokasi ce_sambel sang teman gila……. Akhirnya tak kuasa juga menahan gelora, apa daya…… dengan langkah kaki mantap menuju guardians & memutuskan memborong semua rasa. Fiesta, pilihan jatuh ke 4 rasa. Mint, strawberry, durian, extra safe. Total saya punya 4 pax, mengingat ini liburan panjang ada baiknya juga berjaga2…… tapi seandainya hanya dipakai sebagian bisa saya oleh2kan nanti mungkin ke sang anonymous atau ce_sambel…

Melihat ketertarikan saya memborong semua rasa, penjaga toko mendekat & mencoba menawarkan obat penambah vitalitas. Penambah daya! Jelas dibumbui berbagai keunggulan agar saya tertarik. Tapi maaf dengan keantusiasan yang sama & senyum paling menawan saya berkata ‘ah…. Tanpa penambah kekuatan, saya sudah hebat koq” sorry mba ;)

Tapi ada 1 pertanyaan mengganjal saya…. Bagaimana urutan rasa terasyik memakainya, sedang berpikir mungkin durian di urutan buncit karena sepertinya berpotensi semerbak atau dipakai di awal dengan itikad memicu gairah dengan aroma khasnya? Ah masih agak rancu, perlu bantuan segera karena malam ini perjalanan saya dimulai……ada saran?

Atau saya tinggalkan saja no hp saya, takutnya saya tidak sempat membuka blog begitu melihatnya?



Posted by at 2:54 PM | | 6 comments
Monday, August 14, 2006
August 12, 2006 1:54 PM
Anonymous said...
bawa kondom

Seperti biasa, mendapat komen ‘hangat’ pagi ini. Bukan marah, tidak sama sekali malah berterima kasih ke siapapun pemberi komen keren diatas. Memberi inspirasi ;)

Tidak bisa menemukan korelasi yang pas dalam postingan dibawah antara (bawa kondom), telepon dini hari, percakapan & terakhir perjalanan. Pemberi komen pastilah sedikit menebak, menganalisa, menyangkut pautkan benang merahnya. Bisa jadi mengira telepon dini hari sebagai tahap awal transaksi (yang berhubungan dengan kondom), percakapan yang begitu dinikmati mengisyaratkan percumbuan mesra & nakal menggoda (dengan suara2 mendesah tentunya), mengartikan perjalanan sebagai pelampiasan gairah fisik semata.

Senang rasanya membaca komen yang ‘lain’ dari biasanya. Ada nada sarcastic, sedikit minor, tanpa lupa itu juga anjuran yang berguna :)) Karena itu sangat jarang saya melupakan komen2 yang ‘lain’. Pasti saya ingat!

‘bawa kondom’ begitu kata anonymous. Menyesalkan sedikit, kenapa saya pihak wanita yang diharapkan membawa kondom? Itu kan perlengkapan properti laki2, lha mbok ya bawa sendiri2 di dompetnya. Masa saya wanita yang disuruh membawa? Tas wanita sudah penuh dengan peralatan kosmetik, tissue, sisir dll ..... kalau ditambah menenteng kondom sepertinya bakal merepotkan saja, he5x.

Hubungan seksual yang sehat adalah hubungan yang dilandasi kemauan bersama, tanpa paksaan & sangat teramat tahu konsekuensinya. Itu pendapat saya. Tidak akan berbicara batas, norma dll karena saya tidak pandai membicarakannya. Urusan pengaman (kondom, pil KB dll) itu hanya bagian taktisnya saja. Namanya juga pengaman, untuk mengamankan. Mengamankan properti dari hal2 yang tidak diinginkan. Mau pakai atau tidak, terserah partisipan!

Jadi…………terlanjur menikmati sih :))
Posted by at 8:51 AM | | 16 comments
Friday, August 11, 2006
Terjaga hingga 2.30 dini hari, berjuang menahan rasa kantuk siang ini, mengejutkan tapi tak jera mendengar sapa & cerita khasmu. Akankah terulang kembali? Berharap ‘ya’ jawabnya. Terlanjur menikmati sih ;)
9 September nanti, berjanji akan kembali. Tunggu aku ya……… psst…sekalian tunjukkan sepatu mahal itu! :))
Posted by at 4:18 PM | | 5 comments
Friday, August 04, 2006
Siapapun dia, tetap akan menjadi timpang
Siapapun dia…
Tidakkah kamu menyadarinya?


::: ayo cah mikir preinan dowo neng endi!
Posted by at 11:06 AM | | 6 comments
Tuesday, August 01, 2006
Perjalanan saya sangat teramat menyenangkan. Walaupun sempat ragu bimbang di awal. Mengalami sedikit ketidakberuntungan soal tiket. Deg2an takut terlambat karena macet panjang saat masuk Semarang. Tapi secara keseluruhan fisik perjalanan….. lumayan lah (atau karena terbiasa?)
Anehnya…. Seharusnya (namanya juga perjalanan tergila) seharusnya mendebarkan, membikin frustasi, deg2an, tidak enak ini itu tapi yang ini koq ga…… dasar saya sableng pas ditawari untuk informasi no tel penjemput koq saya tolak! Wis ben lah ntar2 aja kalau pas sampai, ha5x

Sempat melihatnya sekilas….. sepertinya benar, hanya karena lagi2 (ketidakberuntungan tiket pulang) yang memaksa saya untuk berhenti sejenak beradu urat dengan petugas ngeyelan akhirnya saya merelakannya untuk tidak sempat benar2 memperhatikan. Berpisah dengan teman seperjalanan, menebalkan janji 2 hari lagi bertemu di tempat ini.

Tidak menduga ternyata saya telah menduganya secara tidak sadar di pertemuan sebelumnya. Sebentar…… ini bukan tentang asmaradana lho. Aih senangnya bertemu teman lama. Sedikit melihat kecanggungan dirinya, sedikit gugup. Tapi berkat kesablengan kami seperti biasa ya lama kelamaan mereda. Horeeeee!!! -à khas anak2

Kami sarapan, pilihannya aneh menurut saya tapi acungan jempol untuk guava juice nya ;). Bersiap untuk berdiskusi teramat panjang tapi tidak melelahkan (sama sekali trust me!). Begitu menggairahkan. Bahkan saat tertawa lepas mengingat kekonyolan kami di toko buku sipit, berlomba menjulurkan kartu modern yang sialnya kena blok, hahaha atau saat kamu iri kenapa petugas bus merah itu tidak menegur saya karena minum jus kotak sementara kamu kena teguran! Hmmm sepertinya petugas tahu saya ikut berpartisipasi didalamnya ;)
Nyasar sana sini mencari kamar kecil (yang anehnya kenapa harus di luar ya?) disambung dengan memori kanak2 kita. Yuk nyari warung pojok yang sepertinya membodohi pengunjung antara mi kocok & soto mie, bergegas dengan kerlingan nakal saat melintas ice cream favorit saya :p

O ya, Bolehkah saya berbangga hati? Karena saya memberi 1 pelajaran sangat kecil buatnya. Saya mengajarinya untuk bisa memilih diantara 2 pilihan kecil ga penting :p

Seharusnya seperti perjalanan sebelumnya menjadi biasa. Tapi kali ini???…….ini perjalanan tergila tapi juga terhebat. Tumbuh & berkembang begitu pesannya. Seperti perjalanan saya kemarin yang terus tumbuh & berkembang. Berulang, tidak hanya saya ingat tapi saya usahakan & harus bisa.

Hei kamu! Terimakasih atas perjalanan indahnya. Sambil berharap perjalanan selanjutnya juga sama hebatnya. We have to be great! We have to!

::: Matanya coklat dengan luka kecil di keningnya.




Posted by at 10:57 AM | | 2 comments
Made by Golda