Semburat jingga
Thursday, June 30, 2005
kurasakan pudar dalam hatiku
rasa cinta yang ada untuk dirimu
ku lelah dengan semua yang ada
ingin ku lepas semua
setan dalam hati ikut bicara
bagaimana kalau ku selingkuh saja
ku punya banyak teman lelaki
sepertinya ku kan bahagia
reff:
mestinya kau cari pengganti diriku saja
karena kita sudah tak saling bicara
pastikan cerita tentang kita yang telah lalu
hanya ada dalam ingatan hatimu
maafkan aku jika kau kecewa
bintangmu bukan lah untuk diriku
jika memang semua kan jadi ceritaku tahu kau semakin terluka
repeat reff
kurasakan pudar dalam hati
kurasa cinta yang ada untuk dirimu
ku lelah dengan semua yang ada
ingin ku lepas semua
setan dalam hati ikut bicara
bagaimana kalau ku selingkuh saja
ku punya banyak teman lelaki
sepertinya ku kan bahagia
Kenapa akhir-akhir ini godaan selingkuh semakin terasa?
Kenapa akhir-akhir ini lelaki2 itu semakin sering menyapa?
Kenapa akhir-akhir ini mulai terasa ‘goyah’ di dada?
Stop it!! Aku setia!!
Thursday, June 23, 2005
Bau parfum lelaki itu menggangguku. Mencium aromanya saat lelaki itu berada disampingku mengingatkanku akan seseorang di masa lampau. Penciumanku mengenali bau itu. Manis, segar, menimbulkan jejak tapi tidak menyengat.
Dua hari yang lalu aku bertemu dengannya. Samar tapi tercium aroma tubuhnya saat berselisih jalan dengannya. ‘Jadi pakai parfum itu?’ Tanyaku sambil lalu….. ‘yeah, masa ga kecium?’ jawabnya. ‘Kecium’ sahutku.
Tak pernah kuduga begitu kuat pengaruh aroma itu. Konsentrasiku buyar, sikapku tak sejalan dengan pikiran. Tolong jangan salahkan aku kalau aku terlihat bertindak bodoh di depanmu wahai lelaki. Tolong jangan tertawakan aku kalau aku nampak salah tingkah saat didekatmu wahai lelaki. Tolong jangan terlalu dekat denganku karena akan sulit bagiku memisahkan jati dirimu wahai lelaki dengan seseorangku di masa lalu. Tolong jangan biarkan aku memelukmu wahai lelaki.
I hate that smell but I like it.
Dua hari yang lalu aku bertemu dengannya. Samar tapi tercium aroma tubuhnya saat berselisih jalan dengannya. ‘Jadi pakai parfum itu?’ Tanyaku sambil lalu….. ‘yeah, masa ga kecium?’ jawabnya. ‘Kecium’ sahutku.
Tak pernah kuduga begitu kuat pengaruh aroma itu. Konsentrasiku buyar, sikapku tak sejalan dengan pikiran. Tolong jangan salahkan aku kalau aku terlihat bertindak bodoh di depanmu wahai lelaki. Tolong jangan tertawakan aku kalau aku nampak salah tingkah saat didekatmu wahai lelaki. Tolong jangan terlalu dekat denganku karena akan sulit bagiku memisahkan jati dirimu wahai lelaki dengan seseorangku di masa lalu. Tolong jangan biarkan aku memelukmu wahai lelaki.
I hate that smell but I like it.
Tuesday, June 21, 2005
Tiba2 teringat lelucon garing seorang lelaki (yang kedekatannya dulu sempat mengusikku)
* Burung apa yang nempel di dinding
% burungnya cicak
* salah
% terus?
* burungnya spiderman
* Hewan apa yang pinter bela diri?
% ehm .(mikir lama)
* Apa? Lama amat mikirnya?
% tau de..
* Zebra .ban item 1 aja dah hebat apalagi ban itemnya banyak
* Burung apa yang nempel di dinding
% burungnya cicak
* salah
% terus?
* burungnya spiderman
* Hewan apa yang pinter bela diri?
% ehm .(mikir lama)
* Apa? Lama amat mikirnya?
% tau de..
* Zebra .ban item 1 aja dah hebat apalagi ban itemnya banyak
Monday, June 20, 2005
Ditanya soal weekend.
Weekend pasti Gramedia, beli buku judulnya SAMURAI cover merah gambar samurai gondrong. Lumayan, walaupun banyak adegan yang susah payah mesti dijalin. Entah kenapa Gramedia jadi wajib hukumnya tiap weekend. Bukannya sok kutu buku rajin membaca, tapi ada atmosfer tertentu (cieeeeeee………) yang didapat tiap kali ke Gramedia. Padahal sumpah ga ada mas2 supervisor buku yang cakep disana. Percuma juga TP2 karena mayoritas di weekend Gramedia full with the kids. Atau jangan2 karena pengaruh AC nya yang kenceng jadi terasa dingin menyejukkan.
Weekend kemarin antar keponakan tersayang Ken2 lomba sempoa di PRPP. Lombanya cepet cuma 2x5 menit. Tapi jangan salah saudara2!! Acara berlangsung mulai pukul 09.30 sampai 15.00!! Gimana mau ga lama? Susunan acara padat, mulai dari pembukaan, sambutan (dari ketua perkumpulan sempoa, ketua panitia, sponsporship dll), tarian anak2 (tari mexico, tari apa lagi ga jelas lah pokoknya), purwacaraka musik (biola, band, nyanyi lah……….), nyanyi bareng2 (mulai dari lagu kebangsaan sampai hymne sempoa, busyettt dah!), senam sempoa (haiyah………..baru tau sekarang kalau senam sempoa telinga juga dipijit2!! Heran sempoa kan mayoritas yang digunakan jari2 tangan napa telinga juga?), belum lagi aneka rupa maskot tokoh kartun bersliweran. Foto bareng spongebob cukup dengan 25 rb saja………. Foto bareng dora cukup dengan 25 rb saja………Foto bareng Apriliana cukup dengan senyum saja (boong ding). Gila nungguin sampai mabuk. Si Ken2 enak duduk di ruangan ber AC, makan siang McD, Nah penunggunya??
Yang lucunya……… Ken2 dah latihan menghitung dengan sempoa, pas lombanya malah sempoa dilarang dipakai alias sempoa hanya di awang2. Bisa dipastikan 500 anak menghitung dengan mulut komat kamit dan jari2 tangan kanan bergerak2 di udara. Hehehehe……..Ken2 saya tanya selesai lomba ‘Bisa ga Ken tadi?’………’bisa lho mba, wong aku nyubit2nya (menggerakkan jari2 seakan2 ada sempoa) cepet’…………. Et dah….cepet nyubit belum tentu bener kan? Kalau Ken2 menang berarti keajaiban Tuhan.
Weekend berarti makan enak bareng mama, papa, broer, Ken2, mamanya Ken2. Makan dan makan (emang cuma weekend? Perasaan Senin sampai Minggu deh!)
Weekend berarti santai, boleh ga mandi, nonton TV sampai ketiduran (istilah pa2…….kleleran)
Weekend berarti jalan2, dari 1 mall ke mall yang lain (walah…..emang ada berapa mall di Semarang?)
Weekend berarti tambah minus tabungan
Weekend berarti……………. Satu penantian (lagi).
Weekend pasti Gramedia, beli buku judulnya SAMURAI cover merah gambar samurai gondrong. Lumayan, walaupun banyak adegan yang susah payah mesti dijalin. Entah kenapa Gramedia jadi wajib hukumnya tiap weekend. Bukannya sok kutu buku rajin membaca, tapi ada atmosfer tertentu (cieeeeeee………) yang didapat tiap kali ke Gramedia. Padahal sumpah ga ada mas2 supervisor buku yang cakep disana. Percuma juga TP2 karena mayoritas di weekend Gramedia full with the kids. Atau jangan2 karena pengaruh AC nya yang kenceng jadi terasa dingin menyejukkan.
Weekend kemarin antar keponakan tersayang Ken2 lomba sempoa di PRPP. Lombanya cepet cuma 2x5 menit. Tapi jangan salah saudara2!! Acara berlangsung mulai pukul 09.30 sampai 15.00!! Gimana mau ga lama? Susunan acara padat, mulai dari pembukaan, sambutan (dari ketua perkumpulan sempoa, ketua panitia, sponsporship dll), tarian anak2 (tari mexico, tari apa lagi ga jelas lah pokoknya), purwacaraka musik (biola, band, nyanyi lah……….), nyanyi bareng2 (mulai dari lagu kebangsaan sampai hymne sempoa, busyettt dah!), senam sempoa (haiyah………..baru tau sekarang kalau senam sempoa telinga juga dipijit2!! Heran sempoa kan mayoritas yang digunakan jari2 tangan napa telinga juga?), belum lagi aneka rupa maskot tokoh kartun bersliweran. Foto bareng spongebob cukup dengan 25 rb saja………. Foto bareng dora cukup dengan 25 rb saja………Foto bareng Apriliana cukup dengan senyum saja (boong ding). Gila nungguin sampai mabuk. Si Ken2 enak duduk di ruangan ber AC, makan siang McD, Nah penunggunya??
Yang lucunya……… Ken2 dah latihan menghitung dengan sempoa, pas lombanya malah sempoa dilarang dipakai alias sempoa hanya di awang2. Bisa dipastikan 500 anak menghitung dengan mulut komat kamit dan jari2 tangan kanan bergerak2 di udara. Hehehehe……..Ken2 saya tanya selesai lomba ‘Bisa ga Ken tadi?’………’bisa lho mba, wong aku nyubit2nya (menggerakkan jari2 seakan2 ada sempoa) cepet’…………. Et dah….cepet nyubit belum tentu bener kan? Kalau Ken2 menang berarti keajaiban Tuhan.
Weekend berarti makan enak bareng mama, papa, broer, Ken2, mamanya Ken2. Makan dan makan (emang cuma weekend? Perasaan Senin sampai Minggu deh!)
Weekend berarti santai, boleh ga mandi, nonton TV sampai ketiduran (istilah pa2…….kleleran)
Weekend berarti jalan2, dari 1 mall ke mall yang lain (walah…..emang ada berapa mall di Semarang?)
Weekend berarti tambah minus tabungan
Weekend berarti……………. Satu penantian (lagi).
Friday, June 17, 2005
Fiuhhhh........ ternyata aku hanya ingin melihat dia cemburu padanya
Wednesday, June 15, 2005
Yuk kirim sms ke Pak Presiden 9949............
terserah isinya apa, mo complain, mo ngeluh, mo marah, mo muji.... terserah! saya sedang mikir mo sms apa.... kalau gini : 'Pak presiden minta tlg manajemen persh XXX utk meninjau ulang soal gaji, tunjangan & pot pajak penghasilannya' (jgn lupa utk menyingkat kata2 dlm sms)
gimana kira2? ngefek ga?
Tuesday, June 14, 2005
Buat apa sih pesta pernikahan mewah? Bukan sirik bukan dengki tapi…… sewot (yee…sama aja boneng!)
Malam minggu kemarin (11 Juni) dapat undangan pernikahan. Ditilik dari undangannya yang mewah, bisa dipastikan pesta orang gedean Semarang. Yang punya hajat seorang pemilik salah satu real estate di Semarang, pemilik salah satu laboratorium kesehatan (yang menurut pengamatan saya …. cabangnya ada di seluruh Indonesia), pemilik salah satu showroom mobil mewah………..pemilik salah satu itu dan salah satu ini blablabla (kapan salah dua nya?)
Oke…. saya putuskan datang!! Tapi sempat ragu sejenak ‘ma sapa yak?’ eng ing eng Dek Roy! Dirayu dikit plus tidak lupa uang sesajen. Dek Roy siap antar dan temani.
Sepanjang perjalanan mengeluh panas, AC mobil rusak. Kipasan berbagai gaya malah menambah peluh. Hampir sampai di tempat tujuan PRPP Semarang. Busyettt parkirnya sampai sirkuit Tawang Mas saking tamunya bejibun. Pas mau masuk parkiran, dek Roy bilang ‘wuk, kacanya tutup kamu jangan kipasan biar ga ketauan kalau AC nya mati,tengsin!’ hehehe…..
Wah jauh juga kalau parkir disini, but don’t worry. Turun dari mobil sudah disediakan mobil (mobil buat orang maen golf apaan namanya?wis pokoknya mobil itulah) Serasa selebritis….. sempat berseloroh ma adek ‘tadi diajak ga mau, sekarang koq ngguya ngguyu (ketawa ketiwi)?’ adek bilang ‘lha kirain kondangan biasa wuk’
Saya kira juga kondangan biasa, tapi ternyata sejak turun dari mobil saya sudah merasa kalau kondangan ini tidak biasa bagi saya (pengalaman saya). Dari kejauhan tampak berpuluh karangan bunga ucapan sukacita atas pernikahan mempelai. Padahal menurut saya lebih cocok karangan bunga ucapan duka cita (lha wong dah ga bisa jalan2 , happy2 sendiri koq malah seneng?aneh! :p)
Turun dari mobil apaan gitu (sampai sekarang belum tau namanya), tampak belasan wanita2 muda nan mulus2 bersliweran mempersilahkan tamu undangan. Kami diarahkan ke tempat para wanita2 muda lain (yang membedakan hanya warna dan jenis gaun) untuk menyerahkan amplop sumbangan. Eit jangan salah untung undangan saya bawa, di dalam undangan tersebut ada 2 macam kupon. 1 berisi nama undangan dan 1 lagi berisi jenis tempat duduk + souvenir. Nah amplop sumbangan saya diminta begitu juga dengan kupon nama terus distaples jadi satu masuk kotak deh……. Wahhhh jadi ketauan dong kalau sumbangannya ala kadarnya!! Brengsek dasar otak dagang, kawinan anak juga dikomersilkan :p
Kedua mempelai beserta orang tua berdiri menyambut para tamu di luar pintu utama, salaman bentar (ngapain juga lama? Iseng bener…hihihi) lagi2 dipersilahkan lagi oleh wanita2 cantik bersanggul modern plus rok melambai…….’maaf tempat duduk ibu (deuhh ibu…. hare gene?)?’……. ‘Diamond bu’ seru saya. Diantarkanlah kami ke tempat duduk diamond. Satu meja terdiri dari 8 kursi yang berarti ada 6 orang lagi tambahan selain kami. Satu persatu tamu mulai datang termasuk meja kami.
Baru saya sadar, interior ruangan bergaya klasik. Penuh ornamen gaya Yunani ditambah lagi 8 layar raksasa yang ditempatkan secara strategis oleh EO……. Di depan saya terhampar kartu bertuliskan susunan acara, jenis menu dan ucapan terima kasih yang punya hajat. Saya telusuri kata demi kata, EO terkenal di Indonesia, interior dari Jakarta, catering dari bermacam rumah makan di Semarang, MC dari Bandung, dancer dari Surabaya, Orkestra dari Jakarta …..…… terhenyak di bagian……… Delon dan Helena, Jakarta. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ada Delon!!! Yippieee!!!
Ga sia2 saya datang, lumayan malam minggu ga garing. Acara dibuka dengan kedatangan mempelai, doa, toast…… dancing opening, penyanyi dari band lokal Semarang disambung menu pembuka datang. Helena menyanyikan 3 lagu (gile putih bener yak? Minder abis :D) sembari makan, saya mendengar celoteh bapak ibu 1 meja. Pembicaraan hanya seputar golf, shopping luar negeri blabla….. kalo sudah seperti itu, biasanya otomatis saya dan adek saling menendang memberi kode2 ga jelas sambil bergumam ‘belagu!!’
Yang saya kurang suka dari jenis pesta seperti ini, saya dan adek tidak leluasa untuk makan. Beda dengan sistem buffet. Asemmm padahal niat dah full makan. Baru 2 menu keluar, MC memanggil nama Delon. Cakep asli, ga boong! (tapi masih cakep Ello git!) suaranya keren ditunjang ma orkestra yang ada. Acara bersambung terus……… sampai sekitar pukul 20.30 pas acara instrumen biola (3 orang wanita mirip2 BOND gesek biola), adek bilang ‘pulang yuk wuk’ loh piye sih kan masih ada special guest star? Kali2 aja Ello (tatapan bener2 berharap). Sambil berbisik adek jawab ‘aku wis kepengen pup ni, wis kentut2 terus….’ (mimik memelas mode ON). Hahahaha….. apa mau dikata? Hukum alam mana bisa dilawan, yang ada juga ditahan bentar.
Keluar setelah pamit teman makan 1 meja, di luar kami dihadang wanita2 (lagi) meminta kupon souvenir. Pantas pakai kupon, souvenirnya bagus. Kotaknya, pitanya, isinya…….taksiran sekitar 40-50 ribu per buah. Mobil apaan gitu sudah menunggu ‘masih ingat parkirnya pak?’…….. Iye!!
Di jalan berpikir, selain kemewahan pesta tadi juga terbersit pertanyaan klise (muncul setelah menghadiri pesta pernikahan) ‘buat apa semua pesta tadi?’ karena saya yakin, tamu relasi yang diundang semuanya adalah karena orang tua sang mempelai. Kedua mempelai bukan siapa2, belum punya apa2. Pesta tadi hanya menjadi ajang adu pamer pemuas gengsi orang tua. Biaya yang tidak sedikit…….. kalau memang tujuan utama mengadakan pesta karena orang tua berpikir ‘wong anak satu2nya koq ga dirayain?’ atau ‘wong seumur hidup cuman sekali (padahal bisa aja di kemudian hari cerai dll…… Moga2 jangan) koq ga digede2in?’ atau lagi ‘saudara kerabat teman kita banyak, wong kami (ortu) cuman sekedar membagi kebahagian koq’ dsb, kenapa harus dengan pesta? Mending ijab/pemberkatan aja terus duit pestanya dibuat modal buat DP rumah atau modal usaha. Lebih jelas kan?? aarrgghhhhh mboh ah!!
Malam minggu kemarin (11 Juni) dapat undangan pernikahan. Ditilik dari undangannya yang mewah, bisa dipastikan pesta orang gedean Semarang. Yang punya hajat seorang pemilik salah satu real estate di Semarang, pemilik salah satu laboratorium kesehatan (yang menurut pengamatan saya …. cabangnya ada di seluruh Indonesia), pemilik salah satu showroom mobil mewah………..pemilik salah satu itu dan salah satu ini blablabla (kapan salah dua nya?)
Oke…. saya putuskan datang!! Tapi sempat ragu sejenak ‘ma sapa yak?’ eng ing eng Dek Roy! Dirayu dikit plus tidak lupa uang sesajen. Dek Roy siap antar dan temani.
Sepanjang perjalanan mengeluh panas, AC mobil rusak. Kipasan berbagai gaya malah menambah peluh. Hampir sampai di tempat tujuan PRPP Semarang. Busyettt parkirnya sampai sirkuit Tawang Mas saking tamunya bejibun. Pas mau masuk parkiran, dek Roy bilang ‘wuk, kacanya tutup kamu jangan kipasan biar ga ketauan kalau AC nya mati,tengsin!’ hehehe…..
Wah jauh juga kalau parkir disini, but don’t worry. Turun dari mobil sudah disediakan mobil (mobil buat orang maen golf apaan namanya?wis pokoknya mobil itulah) Serasa selebritis….. sempat berseloroh ma adek ‘tadi diajak ga mau, sekarang koq ngguya ngguyu (ketawa ketiwi)?’ adek bilang ‘lha kirain kondangan biasa wuk’
Saya kira juga kondangan biasa, tapi ternyata sejak turun dari mobil saya sudah merasa kalau kondangan ini tidak biasa bagi saya (pengalaman saya). Dari kejauhan tampak berpuluh karangan bunga ucapan sukacita atas pernikahan mempelai. Padahal menurut saya lebih cocok karangan bunga ucapan duka cita (lha wong dah ga bisa jalan2 , happy2 sendiri koq malah seneng?aneh! :p)
Turun dari mobil apaan gitu (sampai sekarang belum tau namanya), tampak belasan wanita2 muda nan mulus2 bersliweran mempersilahkan tamu undangan. Kami diarahkan ke tempat para wanita2 muda lain (yang membedakan hanya warna dan jenis gaun) untuk menyerahkan amplop sumbangan. Eit jangan salah untung undangan saya bawa, di dalam undangan tersebut ada 2 macam kupon. 1 berisi nama undangan dan 1 lagi berisi jenis tempat duduk + souvenir. Nah amplop sumbangan saya diminta begitu juga dengan kupon nama terus distaples jadi satu masuk kotak deh……. Wahhhh jadi ketauan dong kalau sumbangannya ala kadarnya!! Brengsek dasar otak dagang, kawinan anak juga dikomersilkan :p
Kedua mempelai beserta orang tua berdiri menyambut para tamu di luar pintu utama, salaman bentar (ngapain juga lama? Iseng bener…hihihi) lagi2 dipersilahkan lagi oleh wanita2 cantik bersanggul modern plus rok melambai…….’maaf tempat duduk ibu (deuhh ibu…. hare gene?)?’……. ‘Diamond bu’ seru saya. Diantarkanlah kami ke tempat duduk diamond. Satu meja terdiri dari 8 kursi yang berarti ada 6 orang lagi tambahan selain kami. Satu persatu tamu mulai datang termasuk meja kami.
Baru saya sadar, interior ruangan bergaya klasik. Penuh ornamen gaya Yunani ditambah lagi 8 layar raksasa yang ditempatkan secara strategis oleh EO……. Di depan saya terhampar kartu bertuliskan susunan acara, jenis menu dan ucapan terima kasih yang punya hajat. Saya telusuri kata demi kata, EO terkenal di Indonesia, interior dari Jakarta, catering dari bermacam rumah makan di Semarang, MC dari Bandung, dancer dari Surabaya, Orkestra dari Jakarta …..…… terhenyak di bagian……… Delon dan Helena, Jakarta. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ada Delon!!! Yippieee!!!
Ga sia2 saya datang, lumayan malam minggu ga garing. Acara dibuka dengan kedatangan mempelai, doa, toast…… dancing opening, penyanyi dari band lokal Semarang disambung menu pembuka datang. Helena menyanyikan 3 lagu (gile putih bener yak? Minder abis :D) sembari makan, saya mendengar celoteh bapak ibu 1 meja. Pembicaraan hanya seputar golf, shopping luar negeri blabla….. kalo sudah seperti itu, biasanya otomatis saya dan adek saling menendang memberi kode2 ga jelas sambil bergumam ‘belagu!!’
Yang saya kurang suka dari jenis pesta seperti ini, saya dan adek tidak leluasa untuk makan. Beda dengan sistem buffet. Asemmm padahal niat dah full makan. Baru 2 menu keluar, MC memanggil nama Delon. Cakep asli, ga boong! (tapi masih cakep Ello git!) suaranya keren ditunjang ma orkestra yang ada. Acara bersambung terus……… sampai sekitar pukul 20.30 pas acara instrumen biola (3 orang wanita mirip2 BOND gesek biola), adek bilang ‘pulang yuk wuk’ loh piye sih kan masih ada special guest star? Kali2 aja Ello (tatapan bener2 berharap). Sambil berbisik adek jawab ‘aku wis kepengen pup ni, wis kentut2 terus….’ (mimik memelas mode ON). Hahahaha….. apa mau dikata? Hukum alam mana bisa dilawan, yang ada juga ditahan bentar.
Keluar setelah pamit teman makan 1 meja, di luar kami dihadang wanita2 (lagi) meminta kupon souvenir. Pantas pakai kupon, souvenirnya bagus. Kotaknya, pitanya, isinya…….taksiran sekitar 40-50 ribu per buah. Mobil apaan gitu sudah menunggu ‘masih ingat parkirnya pak?’…….. Iye!!
Di jalan berpikir, selain kemewahan pesta tadi juga terbersit pertanyaan klise (muncul setelah menghadiri pesta pernikahan) ‘buat apa semua pesta tadi?’ karena saya yakin, tamu relasi yang diundang semuanya adalah karena orang tua sang mempelai. Kedua mempelai bukan siapa2, belum punya apa2. Pesta tadi hanya menjadi ajang adu pamer pemuas gengsi orang tua. Biaya yang tidak sedikit…….. kalau memang tujuan utama mengadakan pesta karena orang tua berpikir ‘wong anak satu2nya koq ga dirayain?’ atau ‘wong seumur hidup cuman sekali (padahal bisa aja di kemudian hari cerai dll…… Moga2 jangan) koq ga digede2in?’ atau lagi ‘saudara kerabat teman kita banyak, wong kami (ortu) cuman sekedar membagi kebahagian koq’ dsb, kenapa harus dengan pesta? Mending ijab/pemberkatan aja terus duit pestanya dibuat modal buat DP rumah atau modal usaha. Lebih jelas kan?? aarrgghhhhh mboh ah!!
Friday, June 10, 2005
Ada 1 sms masuk ………’Kamu cantik pakai baju putih, how r u? baik kan?’
Selalu saja dari lelaki itu. Bukan dari lelaki yang aku harapkan.
Selalu saja dari lelaki itu. Bukan dari lelaki yang aku harapkan.
Thursday, June 09, 2005
Sedih banget
Ngerasa bersalah pagi ini
Kalo inget tadi malem, dada rasanya nyesek, keringet dingin kepala nyut2…….
Andai semalem tidak terjadi, mungkin ga akan ada penyesalan seperti ini
Terlanjur………….
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Semalem makan banyakkkkkkkkkkkkkkkkkk, BT :((
Gini kalau makan malem sendiri, ga ada temen makan. Sering lupa diri pesen macem2 (biarpun dibuat ½ porsi) pengen ngrasain semua sambil nglupain kalau sekarang ga ada temen makan (red. Widya) yang nemenin. Sejak Widya balik ke Jakarta, praktis ga ada temen buat ‘food hunting’. Nah akhirnya lebih sering makan di rumah makan cina di pusat kota namanya RM. Matahari (tanpa pernah berubah jadi RM. Bulan biarpun malam datang :p). Di rumah makan ini, saya sampai dapet diskon 10% saking seringnya kesini + kenal yang punya (Tante Sony……)
Masakannya lumayan cocok (cuman harganya turunin dikit napa Tan?), tempatnya bersih nyaman buat saya yang notabene makan sendirian disitu, mo nongkrong sampe jam berapa aja (max. 21.30) ya monggo…… ga ada yang ngusir, jenis masakannya banyak!! Nah ini yang bahaya, ga baik buat kesehatan :( baik kesehatan fisik, mental (agak2 terganggu linglung kalau abis makan banyak kaya saya), penurunan kesehatan finansial alias makin perih aja si ATM digesek mlulu………..Arrrggghhhhhhh somebody help me please!!
Ngerasa bersalah pagi ini
Kalo inget tadi malem, dada rasanya nyesek, keringet dingin kepala nyut2…….
Andai semalem tidak terjadi, mungkin ga akan ada penyesalan seperti ini
Terlanjur………….
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Semalem makan banyakkkkkkkkkkkkkkkkkk, BT :((
Gini kalau makan malem sendiri, ga ada temen makan. Sering lupa diri pesen macem2 (biarpun dibuat ½ porsi) pengen ngrasain semua sambil nglupain kalau sekarang ga ada temen makan (red. Widya) yang nemenin. Sejak Widya balik ke Jakarta, praktis ga ada temen buat ‘food hunting’. Nah akhirnya lebih sering makan di rumah makan cina di pusat kota namanya RM. Matahari (tanpa pernah berubah jadi RM. Bulan biarpun malam datang :p). Di rumah makan ini, saya sampai dapet diskon 10% saking seringnya kesini + kenal yang punya (Tante Sony……)
Masakannya lumayan cocok (cuman harganya turunin dikit napa Tan?), tempatnya bersih nyaman buat saya yang notabene makan sendirian disitu, mo nongkrong sampe jam berapa aja (max. 21.30) ya monggo…… ga ada yang ngusir, jenis masakannya banyak!! Nah ini yang bahaya, ga baik buat kesehatan :( baik kesehatan fisik, mental (agak2 terganggu linglung kalau abis makan banyak kaya saya), penurunan kesehatan finansial alias makin perih aja si ATM digesek mlulu………..Arrrggghhhhhhh somebody help me please!!
Tuesday, June 07, 2005
Terkadang enak tinggal di kota kecil seperti ini, dengan luas kota yang tidak seberapa otomatis lingkup pergaulan juga menyempit. Dulu sewaktu kawan serumah saya masih disini, kami seringkali menghabiskan malam sepulang kerja walau hanya dengan jalan2 keliling alun2 tanpa tujuan, cari makan (memuaskan nafsu makan :p), pinjem cd film, belanja, dsb.
Karena seringnya kami berkeliling kota baik jalan kaki maupun naek becak plus ditunjang penampilan kami ‘yang agak tidak biasa’ bagi orang2 plus lagi ‘keberanian kami untuk bersikap ramah dan senyum cengar-cengir’ akhirnya entah kenapa (bukannya mau mengada2 atau menyombongkan diri) kami jadi dikenali. Terutama untuk wilayah yang sering kami datangi yang dalam hal ini alun2 dst.
Biasanya kami (saya dan widya) janjian ketemuan di satu tempat makan. Selanjutnya acara kemudian disambung dengan jalan kaki menuju tempat belanja. Sepanjang perjalanan itulah…………. Kami mampir banyak tempat, mulai dari beli buah, majalah sampai alat ngepel. Macem2. Karena mampir banyak tempat dan berinteraksi dengan banyak orang akhirnya kita kenal dengan banyak orang.
Dari situ kami menarik kesimpulan/alasan kenapa kami mudah dikenali:
1. Saking seringnya kami berjalan2 (dengan atau tanpa becak) tanpa tujuan hanya sekedar menghabiskan waktu.
2. Tampilan kami yang agak tidak biasa sepulang kerja, belum lagi penampilan Widya yang mirip bule dengan rambut yang dicat terang. Waduh…..
3. Mudah dikenali karena cenderung aneh mungkin. Kami lebih sering jalan berdua, seringnya nih Widya gandeng tangan saya, nahhhh mungkin disangka mereka kita pasangan lesbi kali………. Hahahahaha terkenal lah kita.
4. Kalau kami sedang ingin makan seafood, bisa dipastikan 2-3 hari kedepan kami akan terus makan seafood. Dan mungkin bagi yang tidak biasa bakal kaget melihat perangai kita soal makanan. Kami seringkali memesan makanan lebih dari 2 menu. Misal : kepiting goreng mentega, udang saos tiram, cumi saos asam manis. Haiyah rakus ye??? Jadi kita terkenal karena kita cewek rakus :))
5. Kami juga suka mencoba hal2 baru bahkan terkadang memalukan …… contoh dengan PD nya pesen sate kerbau. Padahal seumur2 belum pernah nyoba. Sampai ditanya ma penjualnya ‘beneran ni mba?’ atau pas kita bertiga (plus satu temen rumah yang lain) naek becak bertiga, wekekekekkkk…… yang duduk di tengah teman kami yang kurus, saya dan widya dijadikan pondasi. Asli nekat, wong bapak becaknya juga susah mo liat ke depan, ketutupan!! Gara2 itu juga kami jadi dikenali yak??
6. Pernah seorang bapak becak bertanya ‘mbak2 pasti bukan dari sini’ kita nyahut ‘lho koq tau?’ ‘Iya, lha wong sumeh…….. gampang senyum ma orang, pasti bukan dari sini’ So?? Mungkin karena kita suka cengar-cengir ma orang (padahal tujuan kami biar dibilang ga sombong, baik hati, suka menolong, eit ngelantur……) cengiran kita disangka kita TP2 alias Tebar Pesona. Hare gene????
7. Kami mudah dikenali karena postur tubuh kami yang jauh dari semampai atau mungil imut. Mengutip kalimat temen kantor ‘April tu ga gendut koq………cuman bongsor!!!’ Apa bedanya? nah kebetulan Widya juga berpenampilan seperti saya. 2 Anak sehat alias bongsor jalan2 keliling kota!! Weleh2 si Komo lewat deh!!!
8. Kami ke GR an karena ngerasa terkenal padahal dikenali karena kami lupa bayar pas makan……. Terkenal ngutang, Hahaha……
Btw pernah ada cerita lucu dan mengesankan penunjang alasan kami dikenali, sewaktu saya (minus Widya) memutuskan beli ayam bakar di salah satu warung lesehan. Saat itu saya sedang konsen kirim dan terima sms dari seorang sahabat. Saya tidak terlalu ‘ngeh’ saat si ibu penjual bilang ‘udah mba, 10 ribu’. Karena saya tergesa, saya langsung bayar plus ‘terima kasih’. Panggil becak, belum saya bilang tujuan saya, bapak becak menyahut ‘Graha Husada kan?’ (suer mode ON) Sesampai di rumah, saya geletakkan saja ayam bakar yang baru saya beli. Selang 15 menit pas lagi santai2nya nonton TV denger suara pintu diketuk. ‘Sapa pula ni?’ eit…… ternyata si anak penjual ayam bakar tadi. Belum sempat saya bertanya, dia bilang ‘mba, ayam bakarnya ketinggalan. Yang dibawa cuma nasi putihnya’ Sumpah saya bengong saat itu. Mereka pamit pulang, tapi saya sempat nanya ‘lho koq tau rumah saya?’. Dengan senyum manis si mas jawab ‘saya kesini sambil goncengin bapak becak yang anter mba tadi’. OMG!! (malu+ngakak mode ON)
Nah akibat dari kejadian diatas (yang akhirnya menambah poin alasan dikenali) adalah pas beberapa hari kemudian saya beli ayam bakar lagi (di tempat yang sama hanya saat itu ramainya luar biasa). Si ibu bilang ‘ini mba ayamnya (sambil ketawa)’ sambil malu saya mengiyakan, belum sempat saya bayar………..si ibu penjual telah bercerita ke pengunjung lainnya (sumpah waktu itu rame banget!!) tentang kekonyolan saya waktu lampau. Tertawalah mereka dibarengi komentar ‘piye tho mba………ajeng maem ayam koq malah ayam’e ketinggalan’ (translation : gimana sih mba…..mau makan ayam koq malah ayamnya ketinggalan)…. Lagunya Rinto Harahap langsung keluar ‘Malu aku malu……….’
See..??? gara2 itu, besok2 saya ketemu orang yang kebetulan denger cerita si ibu penjual, orang2 bakal ngeledek (guyon) ngingetin saya tentang kasus ayam ketinggalan. Mau ga mau jadi terkenal tho? Walaupun sebabnya ga jelas dan memalukan?
Friday, June 03, 2005
Bukan Jaka sembung beneran apalagi Dirut GIA. Plesetan panggilan itu keluar kalau pas kami sedang bercanda. Saya panggil dia Jaka sembung disaat apa yang saya bicarakan tidak klik dengan balasan pembicaraannya. Jaka sembung alias ga nyambung!!
Guyonan saya akan Dirut GIA keluar saat kami berbicara di telfon tentang rencana2 perjalanan pengisi liburan akhir minggu. Kawan ini mengundang saya datang ke kotanya, saat itu saya bilang 'lagi miskin, ga punya duit' yah....... keluhnya. Entah kenapa saat itu sahutan yang keluar dari mulut saya 'apa mo beliin tiket pesawat? lha wong Dirut GIA koq, ga masalah tho?' eh dia malah ngakak........... Dirut GIA dari Hongkong??? (napa selalu Hongkong yang disebut ya? ga pernah disebut dari Sadang? ato dari Bawen? ato manalah). Dia berseloroh waktu itu 'kasian ya gue, Dirut GIA tapi jaka sembung'.
Kita ketawa bareng saat itu, tapi semalam saya baru menyadari..............ternyata yang jadi jaka sembung koq saya? apa hubungannya coba antara miskin ma Dirut GIA (garuk2 kepala mode ON). Tau deh......
Ps. Saya selalu tertawa dengan lelucon Jaka sembung tentang 'pantat (maaf) tebel'. Dasar konyol!!! ancur deh kita..... hihihihi

