Hmmmm………saya merasa waktu cepat berlalu, atau hanya saya yang merasa seperti itu? Sepertinya baru kemarin saya memutuskan meninggalkan hiruk pikuk kota metropolitan untuk mulai bekerja di site lokasi terpencil ini. Tapi tanpa disadari, telah 16 bulan saya disini. 16 months and no wonder……. :p
Today is Saturday!!! I love Saturday even no man will come to visit me, hehehe!!! Tommorow is Sunday and May 1st is my mom birthday!!!!!
Hip……… hip…………..hura ^_^
Bertahan untuk sebuah harapan
Bertahan untuk sebuah misteri perjalanan
Bertahan untuk sekelumit penghidupan
Bertahan untuk bermimpi
~~ Lagi error…………. Lagi ~~
Datang ke kantor terlalu pagi, (itung-itung amal lah, hihihi). Sebenarnya masih ingin bergelung dengan guling lebih lama lagi tapi apa daya?? Semalam mengulang membaca lagi ‘The Da Vinci Code’. Kenapa saya membaca ulang? Karena saya suka membaca ulang. Walaupun tidak semua buku dibaca ulang, hanya buku-buku yang saya ingin saja untuk dibaca ulang. Kebetulan buku Dan Brown ini salah satunya. Saya ingin membaca ulang karena jujur bayangan saya masih abstrak tentang karya (baik lukisan, sketsa biru dll) sang maestro Leonardo Da Vinci, setting lokasi cerita di Prancis dan London (kalau ini ketahuan jelas kan???), detail-detail arsitektur gereja dan kapel, pernak pernik sentral cerita dan masih banyak lagi.
Buku Dan Brown yang lain, ‘Angel and Demon’ juga wajib dibaca ulang. Dengan setting Roma dan Vatikan, hikhikhik……. (*Nangis* mode ON)
Jelas ada banyak kemiripan dalam keduanya. Masih seputar kontroversi gereja, konspirasinya dan masih tentang 1 lakon wanita (Victoria dan Sophie). 1 buku 1 lakon wanita cerdik cantik menarik, hehehe petualangan pria sepertinya tidak lengkap tanpa kehadiran wanita :) Jadi ingat film SAHARA dengan Penelope Cruz nya.
Setelah 2x membaca, akhirnya saya simpulkan :
1. Saya tetap belum tahu lokasi-lokasi tersebut (kecuali dari browsing)
2. Saya juga belum ‘menemukan’ dan ‘mengenali’ simbol-simbolnya (hanya sepintas, secuil, sepotong kecil yang saya kenali). Saya terpacu untuk lebih giat lagi browsing yang berarti mengurangi jam kerja saya :))
3. Kalau memang simbol-simbol (baik melalui media cipta/reka karya Leonardo atau siapa saja) itu benar atau mendekati pembenaran, ‘garis batas’ itu akan semakin samar.
4. Dan Brown pintar menggiring pembacanya (saya) untuk berwisata dan berpetualang dengan imajinasi terbatas pembacanya. Salut Mas Dan!
5. Saya ngantuk :(
Belum tahu kemana, yang penting jalan. Mana tanggal tua lagi :( krisis keuangan. Tapi yang penting keluar sejenak dari kepenatan dan kebosanan kerja.
Beruntung saya punya teman yang bersedia menemani saya, hanya saja sepertinya kali ini perjalanan saya akan sedikit ‘berbeda’. Saya sudah memutuskan, liburan ini saya habiskan dengan seorang teman lama :p
Tidak sabar rasanya menanti berakhirnya hari ini!!
Have a nice long weekend for all
‘Anda mungkin termasuk orang sibuk yang tidak sempat mengikuti kursus bahasa Jepang, padahal anda harus menggunakannya untuk berkomunikasi. Tidak usah takut! Jangan jadikan kesibukan anda sebagai alasan untuk tidak bisa belajar. Tahukan anda? Anda sebetulnya sudah bisa berkomunikasi hanya dengan menguasai beberapa ratus kata saja. Hebat kan?………………..bla………….bla…………..
Gampang ditebak kan? Yup……….itu buku belajar bahasa Jepang, beberapa bulan yang lalu saya sempat terobsesi dengan bahasa itu. Main reason………..ya karena kebetulan saya bekerja di perusahaan Jepang yang notabene top majemen selalu berbicara, bergosip (tentang kaum kita !!), memaki dengan bahasa mereka. Penasaran!! Hanya sedikit sekali kata-kata yang saya tahu (hingga detik ini euy, gagal!!). Kata-kata terbatas itu pun saya tahu dari manajer saya, saya dengar sewaktu makan siang, atau dari housemate saya yang kebetulan punya ‘calon suami’ orang Jepang.
Hanya sebatas ucapan salam, dan kata-kata ringkas terbatas :). Beberapa bulan yang lalu saya bertekad untuk mengambil kursus bahasa Jepang lisan saja tanpa bagian tulisan cacing2 bertengkar itu. Ternyata benar-benar sulit mengumpulkan tekad, NATO (No Action Talk Only)………….. Sudahlah, saya putuskan membeli buku dan CD latihan praktisnya. Semangat (sempat) mampir, ketemu dengan kata2 baru mengesankan. Baru jalan 2 halaman mulai terlihat tanda2 perlawanan di otak saya, 3 halaman otak saya benar2 tidak mau menerima kata-kata ajaibnya. Berhenti sejenak tetapi ternyata keterusan, akhirnya berhenti total hingga kemarin.
Hari ini tanpa sengaja menemukan buku itu kembali, iseng2 saya mulai membacanya lagi. Ternyata ada cara yang cukup mudah untuk menghafalkan beberapa kata2 Jepang yang ternyata mirip dengan bahasa Inggris. Entah ini disebut imitasi, serapan atau plesetan?
Saya sengaja meringkas beberapa kata2 tersebut, sengaja untuk menunjukkan pola yang terjadi, dan ingin menunjukkan keterkaitan antara Indonesia, Jepang dan Inggris :p
Kata dalam bahasa Indonesia- Kata dalam bahasa Inggris- Kata dalam bahasa Jepang :
Hotel-Hotel-Hoteru
Kunci-Key-Kagi
Tunggal-Single-Shinguru
Ganda-Double-Daburu
Tempat tidur-Bed-Betto
Tempat tidur ganda-Twin bed-Tsuin betto
Nomor kamar-Room number-Rumu namba
Dll………………
Ngakak abis bacanya, karena kebetulan mereka tidak bisa menyebut kata2 dengan 2 huruf mati berurutan. Mereka menyiasatinya dengan menyisipi 1 huruf vokal. Mereka juga kesulitan membaca huruf ‘L’ karena itu mereka membaca ‘L’ dengan ‘R’……….
Karena itu, sebenarnya kata2 Jepang diatas adalah mudah. Tinggal diingat kata dalam bahasa Inggrisnya (yang notabene lebih familiar dengan kita, ya ga sih?)
Yeah, itu baru kata2 sebagian yang kebetulan mirip dengan kata2 dalam bahasa Inggris. Kalau tidak sama ya nasib!!.
Cara mereka berkomunikasi dalam bahasa Inggris juga lain (mereka memanggil saya ‘Aperiru’ instead of ‘April’) Sulit dipahami, we must pay full attention to listen their way of communication. Bahkan kemarin sempat ada kejadian yang lucu terjadi. Sore hari, ada seorang Jepang yang memanggil OB ‘mas…………mas………’ tapi si OB tetap tak bergeming, karena dipikirnya si Jepang tersebut sedang menelfon, karena biasanya pengganti kata hallo adalah moshi moshi (dibaca mosi mos)…………………..sepintas seperti mengangkat telfon tapi ternyata bukan. Akhirnya karena si Jepang ini tidak sabar, dia mendatangi si OB dan bertanya ‘kenapa tidak menjawab ya?’ si OB menjawab ‘Saya pikir anda sedang menelfon, maaf’……….’I see’ begitu jawab si Jepang.
Selang beberapa menit, terdengar suara pangggilan serupa ‘mas………..mas…….’ bergegas setengah berlari si OB mendatangi si Jepang sembari bertanya ‘ada apa ya?’………kali ini si Jepang bengong sambil pegang HP ‘tidak ya……….saya telfon’ si OB bilang ‘asemmmmmmmmm’ Huehuehue…………………
Note : Saya tetap belum mengerti pembicaraan bos!! But its okay, we also have secret languange………Javanese languange especially ‘Kromo Inggil’A
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Jatuh cinta adalah sebuah rasa yang dimiliki seseorang ketika melihat seseorang lainnya (biasanya dari jenis kelamin yang lain) yang menarik perhatiannya. Apabila kedua orang ini cocok dan menjadi pasangan, maka rasa ini juga masih ada pada permulaan relasi. Perasaan ini muncul karena di dalam tubuh diproduksi beberapa zat-zat tertentu yang sedikit membius otak dan efeknya bisa disamakan dengan efek narkoba.
Zat-zat ini membuat seseorang kecanduan sehingga, ingin melihat pasangannya atau orang idamannya sesering mungkin.
Perasaan jatuh cinta ini akan tetapi setelah selang beberapa waktu akan menghilang sedikit demi sedikit. Yang muncul biasanya rasa-rasa lain, seperti perasaan cinta sejati, kasih sayang serta rasa aman dan nyaman.
Apalagi jika sudah menikah, perasaan-perasaan yang terakhir ini yang lebih menonjol.
Didapatkan dari halaman web "http://id.wikipedia.org/wiki/Jatuh_cinta"
Saya cari makna dari kata jatuh cinta di google, keluarlah salah satunya seperti diatas. O ya, jangan berpikir saya sengaja mencari kata tersebut lantas anda menuduh saya sedang jatuh cinta. Bukan. Saya mencarinya karena kebetulan saat ini ada lelaki yang sedang jatuh cinta kepada (saya).
‘I love you’ itu pengakuannya. Sempat terhenyak lalu tawa lebar saya terdengar. Sampai habis tawa saya, lelaki itu masih memandang saya dengan tatapan aneh dan tajam. Wah, serius rupanya. Entah kenapa saat itu yang langsung tercetus keluar dari mulut saya ‘hari gini bilang cinta?????? Come on!!’
‘I need you’ itu pengakuannya. Masih saja saya tertawa hanya saja tidak selebar dan sekeras yang pertama.
‘I miss you’ itu pengakuannya. Tandas, setiap mengirim berita. Saya masih tetap tersenyum simpul.
Lelaki yang sedang jatuh cinta (menurut pengakuannya) selalu memastikan keadaan saya. Selalu bertanya ‘ga ada apa-apa kan?, everything okay?’
Lelaki ini, yang sedang bersemangat karena jatuh cinta (menurut pengakuannya) menyempatkan dirinya untuk menanyakan kabar saya via hp setiap harinya.
Lelaki ini, yang karena jatuh cinta (menurut pengakuannya) menepiskan perasaan dan logikanya hanya untuk bisa bersama saya (deuh gr nya saya!!)
Lelaki ini, yang karena cintanya (menurut pengakuannya) berani melepaskan keluarga kecilnya, isteri yang mengasihinya, tawa puteri lucunya!! Damn @#$
Lelaki ini, yang berkata mencintai saya tapi maaf………….saya tidak mencintainya.
Sembari menatap dia berkata mengharap ‘jangan pergi’!
Maaf tapi aku sudah terlanjur berjanji, dirinya lebih berhak akan diriku dibanding denganmu.
Aku tak pernah menduga, dia akan cemburu padanya. Dia marah dan kecewa sewaktu mendengar aku akan pergi dengannya. Menghabiskan waktu dengannya. Walaupun dia tahu, tiada hak untuk menghalangi kepergianku dengannya. Tapi hingga detik ini dia masih berharap agar aku membatalkan perjalanan dan petualanganku dengannya. Bahkan dengan nyaris putus asa, dia berjanji akan memberiku catatan perjalanan dan petualangan yang berjejak
Baru kali ini, aku melihat dia terlihat patah harapan. Mendengar celotehku akan mimpi perjalanan, melihat binar mataku. Dia tersenyum, tapi aku baru menyadari itu senyum getirnya. Dia tertawa, tapi aku baru tahu itu tawa pahitnya.
Menyesal aku bertutur kepada dia, karena aku merasa telah melukai jiwa.
Karena dia, aku telah bercerita.
Karena dia, aku telah tertawa
Karena dia, aku telah membuat luka
Karena dia, dan tanpa aku sadari membuat hidupku lebih berwarna.
MALAS
MALAS
MALAS
MALAS
MALAS
MALAS
MALAS
Kemarin internet kantor ‘tiarap’, dengan berat hati tidak bisa melakukan aktivitas internet yang biasa dilakukan. Menurut IT engineernya, salah satu (atau salah banyak?) kabel ada yang putus dikarenakan sedikit kesalahan teknis konstruksi Semoga hari ini internet ‘sembuh’, mean while……………………tulisan saya di simpan di hardisk.
Agak kesal dengan sistem perbankan Indonesia (cie…………………..berat amat pagi-pagi omongannya). Kenapa saya sebut perbankan Indonesia? Karena 2 pengalaman saya, saya dapat dari 2 bank yang berbeda. Pengalaman pribadi dan juga pengalaman kantor. Jadi tidak ada salahnya saya menyebut perbankan Indonesia (walaupun kesannya main pukul rata, tapi apa mau dikata? memang begitu keadaannya).
Kebetulan untuk keperluan pribadi saya, saya menjatuhkan pilihan di salah satu bank swasta Indonesia (yang punya banyak fasilitas ATM, debit, transfer online, dll…….). Langkah ini saya ambil mengingat bank ini yang lebih mudah aplikasinya, langsung dapat ATM instan (waktu itu pas jaman-jaman kuliah) dan sepertinya hampir semua orang memilikinya. Kuliah selesai dan mulai bekerja, saya masih memakai jasa bank ini. Transfer uang hasil usaha pertama dan gaji pertama juga melalui bank ini. Baru kemudian saya menyadari kalau ternyata potongan administrasi bank ini mahal. Untuk mengirim atau menabung uang melalui kantor cabang yang berbeda dengan kantor asal kita membuka rekening pun kita diharuskan membayar. Misal, saya membuka rekening di kantor Semarang dan kemudian posisi saya di Jakarta. Saya harus mengeluarkan tambahan Rp. 5.000,- untuk setiap transaksi manual (bukan via ATM) yang saya lakukan. Entah menabung, entah transfer uang di bank yang sama hanya lain cabang. Belum lagi potongan administrasi untuk pemeliharaan ATM yang lumayan. Waduh!!
Ada yang aneh lagi (aneh atau lucu yak?). Gaji saya bersumber dari sebuah bank (asing) di Jakarta. Disana, setiap nominal yang dikirim setiap bulannya sudah ditambah dengan biaya transfer. Tapi kenapa saldo gaji tidak pernah sama dengan slip gaji yang saya terima? (Maklum gaji saya yang tidak seberapa) Selidik punya selidik, ternyata bank yang saya pakai juga memotong sejumlah nominal biaya administrasi. Jadi kesimpulannya, bank pengirim membayar biaya kirim dan bank penerima juga tetap memotong biaya terima. Terus apa gunanya biaya kirim????………!@#$ arrrghhhh……
Lain lagi ceritanya dengan rekening kantor. Kebetulan kami menggunakan rekening giro sebuah bank pemerintah yang dulunya berlambang kapal layar (sayang layarnya tidak berkembang) & sekarang merubah citra logo dengan lambang angka (yang mirip angka togel, hehehe becanda………….maap deh!).
Suatu hari, saya kesana dengan membawa misi penting + tujuan mulia bagi negara. Membayar pajak!! Pajak pribadi yang cukup besar jumlahnya (buat saya). Sesampainya disana, ada kejutan lain menanti. Tanpa pemberitahuan tertulis maupun lisan, bank tersebut mengganti semua sistemnya. Ganti sistem berarti ganti nomor rekening, ganti peraturan dan tata cara pelayanan nasabah selama ini, ganti metode bank. Jelas sewot, marah, jengkel karena hari itu saya gagal membayar pajak, sementara pembayaran paling lambat tanggal 10 dan hari itu tanggal 9. Sempat saya bertanya ke pimpinan cabang, ‘kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya?’ dijawab dengan entengnya ‘karena kami tidak mau membuat nasabah panik’ saya sahut dengan tidak kalah tenangnya ‘lalu anda sebut sekarang ini berhasil? Saya panik karena sistem anda belum stabil, saya panik karena kalau saya terlambat bayar pajak, akan dikenai denda yang tidak sedikit!pihak bank mau menanggung?’ Kali ini saya berhasil membungkamnya. Skor 1-0 untuk saya!!
Belum habis kemarahan saya, masih ada kejutan lagi di hari berikutnya. Seperti biasa, untuk cek yang dikeluarkan oleh tempat saya bekerja selalu disebutkan pihak penerima dan diberi tanda khusus. Ini bertujuan agar jikalau cek tersebut hilang, tidak ada pihak lain yang bisa menguangkan. Ternyata dengan perubahan sistem, hal tersebut tidak berlaku. Pihak bank meminta tanpa tanda khusus dan lagi-lagi tanpa pemberitahuan. Ditambah lagi pelayanan yang super lama, para pegawai berusaha keras beradaptasi dengan program baru. Dan itu tidak mudah, membutuhkan banyak latihan dan konsentrasi. Akibatnya? Antrian nasabah yang gila-gilaan. Begitu banyak hal yang berubah. Dan kesemuanya tanpa pemberitahuan. Kalau anda di posisi saya, wajarkah kalau saya marah?
Yeah saya cuma berharap anda sedang beruntung tidak mengalami banyak kejadian yang tidak mengenakkan seperti saya. Dan saya juga berharap kejadian seperti ini tidak berlanjut dan berulang.
Semoga saja kinerja dunia perbankan Indonesia membaik dan semoga internet kami sembuh segera, kalau tidak tulisan kekecawaan saya tidak bisa segera saya posting.
~~ have a nice activity guys! Btw, barusan internet sembuh. Katanya karena access pointnya kemasukan air dan juga kabelnya entah kenapa. Sudahlah semoga besok tidak seperti ini, dan barusan membaca email undangan pernikahan seorang teman. I hope I can be there. ~~
Dinamakan penyesalan karena selalu datang di akhir ‘perjalanan’, dinamakan peringatan karena selalu datang di awal ‘perjalanan’
Rasa-rasanya itu ungkapan paling sesuai buat kondisi kita. Kata kita (menurut saya) mengacu pada :
1. Saya
2. Kamu
3. Dia
4. Mereka
Terkadang saya menyesali apa yang pernah saya katakan, perbuat dan lakukan. Walaupun sesal itu hanya mampir sekejap, sekilas dan sebentar. Tapi terkadang rasa sesal yang datang sanggup membekas berjam-jam, berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Seperti noda hitam di kain putih, seperti flek jerawat di pipi. Membekas dan perlu waktu untuk pudar (walaupun dengan bantuan pemutih ‘hati’). Tidak semudah itu menghilangkan rasa sesal.
Rasa sesal yang sering datang adalah di saat saya tidak mendengarkan kata hati saya. Walaupun lirih bersuara, tapi kata hati bermakna dalam. Akhir-akhir ini bukan kata hati ataupun logika saya yang bersuara. Akhir-akhir ini emosi saya yang berbicara, tanpa pikir panjang tanpa helaan nafas dalam, tak tertahan.
Sekarang saya menyesal kenapa saya begitu picik membiarkan emosi saya mengendalikan hati dan pikiran saya. Saya sedih kenapa saya begitu naïf menelan semua kata-kata tak penting. Saya marah pada diri saya karena saya ‘bodoh’ dengan mudahnya membiarkan orang lain membaca dan menjejali buku isi kepala saya dengan serentetan kalimat kosong tak berujung.
Di dunia kita yang sempit ini, lebih bijak rasanya membuat segalanya berjalan seimbang. Suara hati, logika, dan emosi terbagi rata. Seandainya saja, kita tahu kapan saat yang tepat mendengarkan kata hati. Kapan waktu yang pas untuk menjalankan logika dan kapan detik yang akurat untuk melepaskan emosi kita.
Mungkin terkesan teratur mirip mesin, stag, membosankan. Tapi bukankah lebih aman? Kita bisa menghindari rasa yang tidak mengenakkan. Kita bisa saling menjaga bahkan kita bisa saling berbagi dan mendukung. Kenapa? Karena mungkin di saat kita memutuskan untuk mendengarkan kata hati kita (yang terkadang meleset) seorang teman perjalanan akan membantu kita menganalisis dengan logikanya, membantu menghitung untung rugi langkah perjalanan kita selanjutnya dan seorang kawan berbagi cerita akan mengulas sejauh mana emosi kita bisa menahannya selama perjalanan kita. Bukankah itu terdengar menyenangkan? (atau menyesakkan?)
Hanya saja, kembali ke rasa sesal saya. Hingga detik ini saya belum bisa menemukan teman perjalanan yang luar biasa. Yang sanggup menjaga saya dengan tetap membiarkan saya. Saya sempat menyesal karena belum bisa benar-benar dan yakin akan temuan saya. Karena saya pun yakin, teman-teman yang lain pun belum merasa saya teman perjalanan yang mereka idamkan.
Sesal, menyesal, disesali
Sesuai anjuran teman filsuf saya (dengan senang hati) untuk bercerita sedikit tentang perjalanan saya ke Jakarta menghadiri pernikahan seorang teman baik.
Pernikahan akan dilangsungkan tanggal 3 April 2005, saya berangkat Jumat 1 April pukul 23.00 dengan kereta. Kebetulan samping tempat duduk saya, seorang lelaki etnis keturunan. Dia yang pertama menyapa saya, kami berkenalan, dia memberikan kartu namanya. Saya baca sepintas ‘General Manager Marketing for Central Java & East Java Area nya SUN MOTOR Group’. Otomotif ternyata……Dia banyak bercerita tentang perjalanan bisnisnya, cita-citanya menjadi pastor yang batal, pengalaman kerjanya, keberhasilan marketingnya (bener ga sih sampai dapat order 23M?) perjuangannya dan banyak lagi. Saya lebih banyak mendengarkan karena saya mengantuk, lelah. Yang mebuat saya terheran-heran adalah sewaktu dia memperlihatkan 4 album fotonya selama kunjungan kerjanya di Cina. Hahahaha rupanya tipikal lelaki narsis!! Semua album fotonya berisi foto solonya. Maksud saya ‘dia bergaya sendirian gitu loh, tanpa teman!!’. Dia turun duluan, sembari memastikan saya menghubunginya. :D
2 April, Pukul 06.00, Gambir
Here I’am……………Jakarta, terakhir kesini 1 tahun yang lalu, agak kurang nyaman karena terlanjur terbiasa dengan suasana kota kecil (norak ya?). Telfon mama ‘Ma, dah nyampe……….’ Disahut ‘ati-ati ya?’ Saya langsung turun ke Dunkin disana teman saya akan menjemput. Belum dijemput, sms masuk mengabarkan ‘sorry bangun kesiangan, agak telat, boleh tunggu?’ sure :) Tidak ada salahnya saya menunggu sembari ditemani secangkir coklat dingin (hehehe) & sepotong donat coklat (no wonder with my weight!) sambil beradaptasi sejenak dengan keriuhan secuil Jakarta. Eh, ada sms masuk lagi ‘dah nyampe? Ga ada apa2 kan? Ati2 ya’…………….yeah lelaki ini selalu perhatian (apa karena sedang pendekatan?)
Di Dunkin sempat bertemu Nasar (jadi inget burung pemakan bangkai) penyanyi KDI? Weit, ternyata agak2 1 tipe with Elton John yah? Alias agak2 kurang macho gitu………..(sorry)
Satu persatu teman saya datang, cium kangen pipi kanan kiri. Ada 3 teman yang sudi menjemput saya. Langsung meluncur ke Salemba, rumah teman, minta sarapan. Hmmm enak……gratis pula. O ya, sukses rencana pagi ini untuk membuat seseorang terkaget-kaget karena saya mengunjunginya. Maaf ………….:p
Pukul 08.00, Taman Setiabudi
Mandi, persiapan jalan-jalan. Sempat ditelfon lelaki, teman filsuf, bertanya tentang jadwal saya (padat ternyata yak?) andai waktu saya panjang, saya pasti mengiyakan untuk bertemu dan bercerita. Kembali tersadar setelah teman sekantor bertanya ‘Kemana?’ saya jawab ‘Plaza Semanggi’ belum selesai kami berdandan, sms masuk dari teman (yang tadi terkaget-kaget) ‘surprise banget April datang, mau ga jalan-jalannya aku temenin?’…….why not?
Jalan2, sandal baru :p. Laper……..’mau maem dimana? Terserah April’ kata teman kantor. Belum sempat saya jawab, lelaki yang terkaget-kaget menyahut ‘kangen kan ma bakmie GM? Maem sana aja’ Great idea!!
Jalan-jalan sampai sore, ingat kalau nanti jam 19.00 mesti ke acara midodareni. Pulang langsung mandi, terlambat, sang penjemput telah tiba. Maaf…….Perjalanan ke Bekasi, macet tapi anehnya teman-teman kantor santai aja. Mereka bilang ‘tumben ya ga gitu macet?’ waduh!! Calon pengantin tampak terharu sewaktu kami datang, apalagi melihat saya (hehehe bener koq) jauh-jauh dari Jepara. Ngobrol panjang lebar, ngalor ngidul. Beruntungnya saya mempunyai teman-teman seperti mereka. Lelah luar biasa sebenernya, tapi apa mau dikata teramat jarang kesempatan saya untuk datang ke Jakarta lagi. Mesti (disempat-sempatin) jalan2 malam dong.………..
3 April, Pukul 08.00
Baru bangun……………….hihihi males bener, mandi, ke salon, dijemput jam 10.00. Langsung ke TMII, Uwet nikah!!
Ketemu banyak orang, ngobrol, foto sana-sini. Capek tapi seneng. Sampai kira-kira jam 2 siang kita di sana. Pulang, mampir ke rumah teman kantor buat ganti kostum. Jalan lagi!! Beli tas, baju, kaos, dompet (yeah namanya juga cewek). Selesai belanja, kami kembali ke Aston. Disana Bill menunggu kami dengan masakannya, Kari. Nyam………….nyam…………..enak, thanks ya. Sayang hanya 1 jam kami disana, saya mesti bersiap ke airport. Yeah, next time Bill!
Sedih berpisah dengan teman kantor. Perjalanan ke airport terasa membosankan, hanya dengan sopir Bill. Tiba2 dikagetkan dengan bunyi sms masuk. Dari lelaki yang kemarin seharian menemani saya. ‘perjalanan ke airport? Last flight kan? Aku tunggu di airport ya? sampai ketemu…………..’ ternyata dia datang lebih awal sambil membawa boneka, big teddy bear. Kali ini saya yang terkaget-kaget. So sweet man!! Dia tahu saya kelelahan, dia minta semua barang bawaan saya, dia yang mengurus bagasinya, dia yang mengurus tiket saya, dia hanya meminta saya duduk dan menunggunya, dia menemani saya sembari meminta maaf kalau telah membuat kesalahan (ga ada kesalahan sama sekali) So nice man!! Lelaki yang teramat baik. See you…………………..
Pukul 19.15
Pesawat delay…………….kasihan orang rumah yang sudah menunggu.
Pukul 20.20
Semarang, home sweet home. Sepanjang perjalanan bercerita. Tentang Jakarta, tentang teman sekantor, tentang pernikahan, tentang lelaki pemberi boneka, tentang semuanya………….
4 April, Pukul 03.00 dinihari
Kembali ke Jepara dengan banyak barang dan segudang cerita (sekarang bisa bayangkan betapa lelahnya badan saya).
Ps. Terima kasih buat semuanya, I miss you all
Terima kasih buat semua orang yang masih mau menyimpan ‘hari lahir saya’ di memorinya, terima kasih buat semua orang yang masih mau meluangkan waktu, tenaga, (& pulsa) untuk mengirim ucapan, terima kasih buat semua orang yang masih mau memberi jabat tangan & senyum tulus sejak jam 12 malam hingga detik ini (pagi ini indah), terima kasih buat doanya untuk saya, terima kasih buat pertemanannya. Thank you……………..
Maaf buat semua orang yang merasa mengirim ucapan tapi belum saya reply (habis ini reply saya pasti anda terima), maaf saya merepotkan anda semua, maaf saya menghabiskan waktu, tenaga, (& pulsa) anda, maaf buat teman yang belum kebagian kue kecil pagi ini. Sorry…………………
Note :
Maaf buat Budi. I didn’t mean to hurt you with my word, aku selalu tunggu komen ‘skeptis’ kamu. Masih tetep adek kan? Thanks

