Semburat jingga
Monday, February 28, 2005
Kenny iri…………..Kenny (hampir 6 th, sepupu kecil saya) iri melihat saya dan mama dipijat. Simbok pemijat memijat kami bergantian. Kenny mengintip dari balik pintu, penasaran. Kenny kepengin dipijat juga. Tanpa ba bi bu………setelah giliran saya selesai, Kenny langsung rebah di kasur sambil request ‘Mbah aku juga dipijet……..’ Akhirnya hari Minggu kemarin kami bertiga digarap oleh simbok pijet. Wah……..badan ringan, pegel linu melayang. Mengutip kalimat Kenny ‘Uenak’e tenan dipijet mbak……..minggu depan lagi yo mbak?’

Kenny juga iri melihat foto wisuda saya. Di foto tersebut ada mama, papa, adek (minus Kenny). Kata Kenny (sambil mendengus iri tanpa melirik sama sekali) ‘Ah………foto kaya gitu thok, mbok aku juga bisa!!’ Hahahaha……….

Sewaktu mama mengantar Tante Arun (mamanya Kenny) ke toko emas untuk membeli seuntai kalung hasil THR :p Kenny cemberut luar biasa. Mulutnya monyong maju ke depan (ga mungkin dong maju ke belakang?itu mah namanya mundur) ‘Pokoknya besok kalau aku dah naek kelas 2, aku mau kalung juga’. Mama saya dengan sabar bilang ‘Buat apa? Kamu kan masih kecil……………..ntar kalau di jalan dijambret ma orang gimana?’ Mikir juga si Kenny dengar ucapan mama, setelah berdebat kusir, merengek ga jelas, akhirnya dia setuju mamanya (Tante Arun) boleh membeli kalung dengan syarat selama Kenny belum punya kalung sendiri, kalung punya mamanya ga boleh dipakai. TITIK. Disimpen disimpen deh itu kalung sampe berlumut :D

Dek Roy (adek saya) tinggi, besar. Orang tidak bakalan menduga kalau itu adek saya. Saya selalu dianggap adeknya adek saya hanya gara-gara perawakan saya lebih kecil (kecil????) dibanding dia. Dek Roy merasa di anaktirikan oleh mama, karena setiap ada Kenny, pasti semua perhatian tercurah pada si kecil. Apa-apa Kenny, Kenny minta apa aja selagi kami masih bisa menyediakan maka kami sediakan. Apalagi latar belakang Kenny yang menyedihkan. Kenny si kecil sudah tidak punya ayah sejak di kandungan. Praktis Kenny hanya kenal keluarga minus sesosok ayah. Karena hal itulah, kami sekeluarga besar berusaha keras menggantikan sosok ayah (walaupun kami tahu, suatu saat usaha kami akan berhenti).
Kembali ke Dek Roy, dia iri karena besok tanggal 6 Maret ulang tahun Kenny dirayakan di McDonald…………Hehehe, kata mama ‘masak gitu aja iri? Apa kamu juga mau diulang tahunin disana? Pakai badut2?’ Jelas adek saya menggeleng pedih ‘ya ga…….’
Entah bagaimana akhirnya Dek Roy (dengan kesadaran sendiri) berkompromi dengan dirinya sendiri dan ikut mendukung rencana ulang tahun si kecil. Persoalan selesai? Belum……………sebelum Dek Roy mengantar kami ke McDonald untuk membooking tempat, masih sempat terdengar kalimat mengancam menggelikan ‘coba kamu (Kenny) dah besar, wih ga bakalan ntar kamu diulang tahunin kaya gini lagi, weeee (menjulurkan lidah*ON*)………’ hahahaha, sadis!! Yang lucunya tanpa mau kalah si Kenny menjawab sengit ‘heh enak aja, aku wis berdoa ama Allah koq, aku gede nya ntar2 aja masih lama!’ Apa
coba???!@#$% Kacau………..
Tapi yang terpenting, Dek Roy sayang sama Kenny. Ini terbukti (saya tidak sengaja mendengarnya) sewaktu kami maen ke rumah Kenny. Kenny menangis waktu itu, Dek Roy bertanya ‘napa nangis? Ada apa?’ Kenny menjawab ‘Bul (Kenny memanggil Dek Roy dengan panggilan Bul yang maksud aslinya Broer) temenku ada yang nakal!’
‘Nakal gimana?’ sahut Dek Roy, ‘temenku masa pamer pas berangkat sekolah, trus katane wek Kenny ga pernah dianter papahnya hue………ke sekolah jalan woi……’. Tersekat, saya pun yang mendengarnya merasa sakit hati apalagi Kenny. Di luar dugaan Dek Roy menjawab dengan tegas ‘dah ga usah nangis, besok Bul yang nganterin Kenny sekolah naek mobil, nanti gantian temenmu diejek’ tangis Kenny sontak berhenti ‘bener Bul?’ ‘Iya, bener, besok-besok lagi kalau ada temenmu yang nakal, Bul ditelpon biar Bul jotos’.
Esok harinya, selama 1 minggu, setiap pukul 5.30 pagi Dek Roy rela berangkat dari rumah ke rumah Kenny (yang jauhnya minta ampun) menjemput Kenny, mengantar Kenny ke sekolah sambil sedikit ‘mengintimidasi’ teman-teman sekolah Kenny yang show off. Ajaib, sampai hari ini, belum ada telpon-telpon tangis dan aduan dari Kenny untuk Bul tentang temannya. Oh……… I love them, 2 adekku.

Mamanya Kenny (Tante Arun kami memanggilnya) terkadang malah lebih ekstrim lagi. Iri ke anaknya, ya siapa lagi kalau bukan si Kenny. Ga percaya? Keiriannya sebatas………’Budhe itu lho, mesti koq kalau pas jalan2 yang dibeliin baju mesti Kenny? Mbok ya sekali-sekali aku.’ Iri juga ma anaknya. ^_^

Mama tersayang juga terkadang iri kepada saya. Saya suka jalan kemana-mana sendiri. Ke Gramedia, sekedar cuci mata ke mal, cari tempat makan enak. Selama ini setiap saya mau keluar, mama hanya bilang’iya, ati-ati ya’ Hingga akhirnya 3 minggu lalu sewaktu saya mau pergi ke Gramedia, terlontar permintaan‘wuk (red.penulis) mbok mama diajak tho ke Gramedia, kamu mentang-mentang masih muda jalan-jalan sendiri terus’ Hehehe maaf ma………ga bermaksud apa-apa, yah namanya juga anak muda. Kini kami punya hobi baru, berkeliling kota Semarang dengan bus umum. Murah, lama lagi :p

Papa saya iri total dengan kedekatan anak-anaknya dengan mama. Kemana-mana kami bertiga sering jalan bersama. Mama, saya, adek. Jarang papa kami ikut sertakan. Alasannya ‘ga asyik………:D’ Iya beneran ga asyik!! Diajak makan spaghetti di Pizza Hut, malah katanya ‘enakan mie ayam (suaranya kenceng lagi)’ diajak jalan-jalan ke mal ‘iki mau kemana? Muter2? Tujuan beli apa?’ ya elah………..Makin ga asyik aja!! Sumpeh loe? Sumpeh!!


Giliran saya, saya juga iri sewaktu mendengar ‘kakak’ saya berkata ‘beli oleh-oleh dulu deh pak (driver) sebelum pulang’. Sebenarnya itu bukan hal yang besar sih, hanya saja kebetulan itu oleh-oleh dibelikan untuk isterinya. Saya iri, karena selama ini, baru sekali ini saya mendengar dia membelikan oleh-oleh untuk orang lain, walaupun dulu pernah saya menawari membelikan oleh-oleh untuk teman-temannya. Dia bilang ‘buat apa? repot………ntar beli di Jakarta aja (ups..)’ Saya iri, karena selama ini (setahu saya) dia selalu menyempatkan diri membeli oleh-oleh untuk saya (walaupun terkadang saya meminta dengan sedikit nada mengancam) dan dia belum pernah membelikan oleh-oleh untuk seseorang di perjalanan pulangnya. Bete…………..liat pemandangan ke luar dari dalam mobil aja :(

Keirian? wajarlah di setiap hubungan manusia. Tapi saya menganggap keirian diatas adalah bentuk lain dari sebuah pengalih perhatian. Sikap diatas timbul karena kita menuntut ‘ada’ di setiap momen penting di kehidupan orang lain.

Ps. Saya iri melihat blog orang lain bagus-bagus, tapi saya sedang malas belajar untuk membuat blog bagus. :((
Posted by at 4:11 PM | | 1 comments
Friday, February 25, 2005
Selalu saja mencari alasan, selalu saja berkelit menghindar. Mencari celah untuk lari dari kenyataan dan tuntutan hidup sebuah “tanggung jawab”.
Posted by at 10:56 AM | | 0 comments
Wednesday, February 23, 2005
Senin
Hectic day!

Selasa
Apalagi :(( arggghhh..............

Rabu
Itu bos kenapa bt mlulu yah……….gara-gara hobinya menyalahkan sistem kerja orang lain, julukan terhormat tersampir di pundaknya “Mr. Complain”. No wonder……
Posted by at 10:42 AM | | 0 comments
Saturday, February 19, 2005

KELUARGA

Dimulai dengan ajakan sang pujaan untuk menikah. Tawaran eh bukan, tapi harapan untuk hidup bersama. Mengarungi samudera kehidupan bersama. Berpegangan tangan menghadapi amukan badai hidup, tersenyum dan berpelukan melalui sejuta cara perwujudannya. Terdengar nyaris indah, nyaman dan menjanjikan.

Ajakan itu datang apalagi setelah sekian tahun yang dihabiskan untuk penjajakan (atau penjajahan?). Kurun waktu yang lebih dari cukup untuk mengenal lebih dekat. Semua persyaratan telah terpenuhi (at least menurut keluarga kedua belah pihak). Tunggu apa lagi?

Tanggal pernikahan sudah ditentukan, siap mencari-cari biaya pernikahan yang tidak murah, semua tetek bengek ubo rampe nya sudah siap. Bolak balik rapat keluarga (atau jasa wedding organizer) bolak balik adu argumen, bolak balik adu gengsi dan akhirnya Hari-H tiba. Ijab dan pesta. Kedengaran mengasyikkan bukan?

Petualangan dimulai. Bulan-bulan pertama sangat indah (katanya enam bulan pertama, tolong saya dikoreksi kalau salah) dan sempat terlontar penyesalan ‘kalau ternyata pernikahan enak, kenapa ga dari dulu aja saya menikah ya?’. Mesra, masih romantis. Kemana-mana selalu berdua dan merasa saling memiliki. Apa ini hanya pengaruh sex saja? (sorry) yah namanya juga pengantin baru, otomatis eksplorasi baru, dapat mainan baru kalau istilah untuk balita. Pasti lain dong dibanding saat berpacaran.

Enam bulan selanjutnya, masalah ‘kecil’ mulai bermunculan. Kaget karena melihat kebiasaan-kebiasaan buruk pasangan yang dulu disembunyikan sewaktu pacaran. Berpikir ‘ah ntar juga kalau sudah menikah, pasti akan berubah’ ternyata ditunggu-tunggu sampai bulan selanjutnya, kebiasaan itu masih berlanjut (to be continue….) bahkan lebih parah… Belum lagi mulai direcoki dengan masalah keuangan rumah tangga. Masing-masing merasa punya andil dalam membangun perekonomiannya. Suasana rumah mulai menyesakkan, mulai berpikir untuk melihat tempat singgah yang lain. Niat awalnya hanya sekedar singgah, melepas penat sehabis bekerja. Kenyataan berbicara lain, status persinggahan sementara meningkat jadi persinggahan tetap dengan dalih cari selingan/ variasi.

Lalu lahirlah si kecil yang tidak tahu apa-apa, Perhatian ibu mulai tercurah sepenuhnya kepada sang anak. Sang bapak mulai merasa diabaikan. Perlahan tapi pasti, intensitas dua anak manusia yang dulu begitu menggebu berubah hambar. Kecupan kecil di kening saat membuka mata di pagi hari mulai berubah menjadi tatapan nanar nan bengis karena tidur terganggu dengan suara lengkingan tangis bocah. Seiring dengan pertumbuhan bocah dan seiring dengan memudarnya tingkat kecintaan sepasang kekasih ini, tiba-tiba ada yang menghadang di depan mata. Untuk membesarkan si bocah dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sang bapak mulai bekerja mencari nafkah dengan terkadang melebihi jam kerjanya. Sang ibu memutuskan untuk kembali bekerja mengejar tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Sang anak? Dengan pasrah menerima nasibnya diasuh sang pembantu.

Sang bocah mulai beranjak remaja. Yang dulunya hanya sekedar minta es krim, sekarang minta ampun bengalnya. Mulai kenal pacaran :p, selingkuh, pulang malam, mulai akrab dengan café, live music, ……… Nasehat bapak tidak mempan, apalagi omelan ibu yang mirip petasan. Numpang lewat telinga doang. Orang tua beranggapan ‘ah namanya juga anak muda, ntar juga berubah sendiri’ Mereka salah saudara-saudara!! :D

Entah kenapa, kali ini bukan sang remaja yang bermasalah. Bapak Ibunya malah yang bermasalah. Tidak jenak. Niat mau memperbaiki hubungan, alih-alih malah memperburuk hubungan. Tarik ulur waktu, akhirnya sepakat berpisah. Hitung-hitung harta gono gini (jangan sampai rugi kalau bisa untung atau minimal balik modallah). Giliran si anak yang bengong, sadar bahwa ternyata orang tuanya sama parah dengan dirinya ‘wah….. sama ma gue dong, sama-sama ancur’ dan mulai berpikir serta menata ulang rencana masa depannya, merevisi total salah satu itemnya yaitu tentang pernikahan. Hehehe………..That’s it

Tamat.
~~ saya tidak anti pernikahan lho........ suatu saat pasti ~~
Ps. - buat bekal teman-teman saya yang akan menikah di tahun ini, salute!!! & pls don't ask me about marriage!!!, I'm still young :p
Posted by at 9:32 AM | | 3 comments
Betapa sulitnya pagi ini mengontrol emosi saya. Padahal seharusnya hari ini, Sabtu adalah hari terbaik sepanjang minggu untuk saya. Saya suka hari Sabtu, pulang sambil membawa sebuncah kangen untuk mama. Sayang sepertinya sensasi hari ini bakal berkurang. Hanya gara-gara telepon. Hanya gara-gara percakapan singkat yang dibungkus kesinisan.

* Salahkah kalau kita terus memelihara harapan kita walau kita tahu itu semua akan berakhir? cepat atau lambat..........*
Posted by at 8:21 AM | | 1 comments
Thursday, February 17, 2005
Sampai dimana taraf kesabaran para chatter?

Yang kurang disukai chatter?

Yang diajak chatting suka menghilang ga jelas. Timbul tenggelam. Banyak alasan, karena maen di internet yang bolot kadang bikin hang makanya sering timbul tenggelam, karena kelamaan browsing gambar-gambar ga jelas terus malah jadinya ada keinginan yang ‘jelas’ (khusus laki-laki) hehehe, timbul tenggelam biar dibilang kaya selebritis (cari sensasi, emangnya Reza????), timbul tenggelam karena duit maen di warnet abis. Jadi mesti balik dulu ke kos/rumah cari recehan atau utangan hihihi, abis dapet duit balik lagi ke warnet (tau-tau tempatnya dah ditempati orang laen, mesti nunggu lageeeeee……..) Timbul tenggelam karena tiba-tiba kepengen ke belakang, ga kuat nahan + dah diomelin ma tetangga kanan kiri karena baunya mana ada sound effectnya lagi :D. Macem-macem latar belakang timbul tenggelam, tapi apapun itu yakin solikin pak dikin deh pasti bikin jengkel lawan chattingnya. Gitu loh….

Partner chatting suka salah jendela. Ini baru-baru aja terjadi pada saya. Kawan chat saya salah jendela ga tanggung-tanggung. Mana kata-katanya salah lagi (pake kalimat ‘si A jangan ditutupin duonkkkkkkkk’) kan saya jadi ngeres eh ngeri maksudnya apa coba :( Saya kan bukan ‘A’ atau bukan ‘B’ atau yang laen. Karena terlanjur di benak saya tertanam rasa diabaikan (muka bete ON) sementara ngacir dulu aja. Sign out. TITIK.

Suka ga nyambung kalau diajak ngobrol. Ga semua orang yang chatting asyik diajak ngobrol ngalor ngidul (ini malah ngulon). Ada beberapa yang diajak ngobrol jawabnya singkat padat tapi ga berisi. Contoh :
A : hei, gimana kabarnya? Dah lama ga keliatan
B : ok
A : sehat? Masih kerja di tempat yang dulu?
B : yup
A : Alhamdullilah, masih di bekasi (sorry kalau ada kesamaan lokasi) berarti
B : nope
A : bla…..bla………bla
B : sip
A : bla…..bla………bla
B : hmm
Gitu terus sampai akhirnya…
A : kayanya kamu garing sekarang
B : baru tau?……………..
A : brengsek (bibir monyong ON)

Malah ada sebagian temen chatting yang suka jawab, ngobrol pake smiley icon (ketahuan banget males ngetik atau ga bisa ngetik atau lagi ngupil makanya ga bisa pake jari buat ngetik?) tau lah, contoh :
A : Hi
B : ;)
A : asl plz
B : :-$
A : lho koq ga boleh?
B : B-)
A : ooo rahasia…….
B : ;))
A : iiihhhh trus manggil apa?
B : :-?
A : gue nungguin nih, lama amit :-w
B : L-)
A : brengsek lu >:P

Nah itu contoh-contoh sekilas tentang chatting yang kurang sehat, selanjutnya ya terserah anda…


Dapet temen chatting yang pas agak bolot, udah tau bisa berhasil chatting ama saya, terang-terang dia yang invite saya, koq dia masih nanya ‘April, boleh tau dong ID kamu apa?’……….gubrak, gedebug, meong………, kaing2……….. weleh2, naon itu (sambil mulut menggumam ck….ck….ck)

Tapi semuanya belum apa-apa dibanding kalau kita iseng masuk chat room…….ketemu ma temen chat yang mania. Mania apa aja, IT, otomotif, sex (mayoritas). Terus abis itu suka nanya-nanya hal yang aneh-aneh.
A : suka gaya apa?
B : gaya apa? (masih belum ngeh juga)
A : konvensional? 69/96/99/66/55? (kaya bakpia jogja aja)
B : dada (jawabnya asal sambil lalu)
A : cool, well bisa dicoba neh, gampang lah diatur
B : langsung seger badan ini kalau abis itu
A : wow jadi ga sabar…………(mikir ngeres, fantasi mulai jalan)
B : yeah……ngomong2 kita punya hobi yang sama kayanya, ga nyangka
A : its so obvious dear, keliatan kalau kita bakal cocok
B : yup, berenang emang paling asyik…….
A : shit…….. (SIGN OUT)
Karena alasan kaya gitu, saya lebih sering chat dengan teman yang sudah saya kenal, setidaknya saya masih bisa tersenyum masam jawab pertanyaan konyolnya.

Bagaimana dengan pengalaman chatting anda? Tapi pasti saya yakin, anda banyak dapat pelajaran dari sana. Minimal pelajaran membaca dan mengetik deh, trus udah gitu melatih kesabaran, melatih indra keenam (terutama kalau chat di kantor, kan mesti ekstra hati-hati pasang telinga baik-baik buat dengerin langkah bos galak biar ga ketahuan) Udah ah, pulang yuk………..besok chatting lagi
Posted by at 5:42 PM | | 1 comments
Wednesday, February 16, 2005
'Polling'
Pernahkah anda bosan akan sesuatu?
Hampir semua teman saya bilang ‘IYAAAAAA’

Pernahkah anda malas melakukan apapun?
Hampir semua teman saya bilang ‘IYAAAAAA’

Pernahkah anda merasa kangen tapi tidak tahu apa yang dikangeni?
Hampir semua teman saya bilang ‘IYAAAAAA’

Pernahkan anda merasa marah tapi bingung sebab musababnya?
Hampir semua teman saya bilang ‘IYAAAAAA’

Pernahkan anda tiba2 ingin menangis padahal tidak ada kejadian yang membuatnya?
Hampir semua teman saya bilang ‘IYAAAAAA’

Pernahkah anda merasa andalah orang paling malang di dunia ini?
Hampir semua teman saya bilang ‘IYAAAAAA’

Pernahkah anda menginginkan sesuatu yang agak mustahil bin mustahal (mis. Pengen jalan2 ma Richard Gere?, pengen dinner ma Brad Pitt/ J-Lo? Pengen jd orang kaya banget)
Hampir semua teman saya bilang ‘IYAAAAAA’

Polling ini benar-benar saya lakukan lho (walaupun sambil lalu, pas bercanda, pas chatting, pas ketemuan di jalan :p dll) Banyak sekali ternyata persamaan saya dengan teman-teman yang lain (terutama teman-teman wanita). Saat itu saya hanya bertanya, tanpa menanyakan sebab akibat. Nanya doang!. Awalnya cuma sekedar iseng2 bertanya pengisi obrolan. Lama2 berke
mbang menjadi sebuah topik yang cukup mengasyikkan untuk dipikirkan. Sampai sekarang saya belum mengerti kenapa sebagian besar wanita yang mengalaminya. Karena terlalu sensitif mungkin atau karena pria lebih cuek?

PS. Pernahkan anda merasa bahwa saya terlalu iseng menanyakan hal2 tak berguna diatas?
Hampir semua teman saya bilang ‘IYAAAAAA’


^_^ …………………………^_^

Posted by at 1:00 PM | | 0 comments
Tuesday, February 15, 2005
Siang……………..

Masih ingat tulisan saya tentang seorang teman ‘D’ yang sedang bimbang? Tadi malam ‘D’ sedikit bercerita. Kamis malam minggu lalu, ‘D’ memutuskan untuk mengakhiri jalinan asmaranya. Alasannya………’sudah tidak ada kecocokan’.

Tapi keesokan harinya, ‘D’ juga memutuskan tidak menerima ajakan ‘W’ untuk menjalin hubungan melebihi pertemanan. Alasannya………..’sekarang bukan waktu yang tepat, masih ingin sendiri’.

1 hati dengan banyak alasan kebimbangan, 2 hati yang merana merasa gagal. 3 anak manusia yang terkena luka asmara. Pedih gitu loh……. (*gaya tangan melambai genit* mode : ON) Hehehe :p.


Waduh kompie ku napa neh? !@#$%^&*
Posted by at 1:14 PM | | 1 comments
Monday, February 14, 2005
+Kenapa harus ada pertemuan jikalau di akhir perjalanan ada perpisahan? Andai saja tidak ada pertemuan, mungkin tidak ada kepedihan.
- Bukan, bukan pertemuan yang menimbulkan kepedihan tapi perpisahan.
+Bukankah bisa berpisah, seyogyanya mesti bertemu dahulu?
- Tapi artinya lain
+Lain? Apanya yang lain? Pertanyaan saya klise, mana mungkin ada perpisahan tanpa sebelumnya ada pertemuan? dan kita semua tahu, ada perpisahan berarti ada minimal sedikit kepedihan.
- Tapi jangan salahkan pertemuan, pertemuan adalah titik awal yang sakral, penuh misteri. Yang bahkan kita tidak tahu dengan siapa, bagaimana, kenapa, dimana dan segudang alasan lain untuk bertemu.
+Ah omong kosong, saya berpikir runut, teratur. Pertemuan-perpisahan-kepedihan. Jangan dibalik-balik dengan alasan yang tidak masuk akal.
- Saya tidak membalikkan keadaan! Hanya jangan pandang segala sesuatunya seperti kamu melihat gambar 1 dimensi! Segalanya berbeda. Cermati itu.
+Hahaha……..kamu menyuruh saya melihat dengan cara yang berbeda? Bagaimana bisa? Sedangkan apa yang saya pikirkan sesuai dengan teori sebab akibat. Ada awal dan ada akhir. Ada api maka ada asap. Ada pertemuan berarti ada perpisahan. Ada jatuh cinta dan ada patah hati. Ada pernikahan dan ada perceraian.
- Tapi kita bisa melawan perpisahan. Di lain sisi kita tidak bisa melawan pertemuan.
+Jadi kamu pikir pertemuan adalah takdir/kodrat/nasib, sedang perpisahan adalah suatu kesalahan?
- Perpisahan tidak akan terjadi kalau andai saja 2 manusia mau meletakkan kesombongannya dan keakuannya. Perpisahan tidak akan terjadi andai saja 2 sisi mata uang tidak berada di sisi atas yang sama. Andai saja…
+Begitukah…….. kamu membela pertemuan dan saya membenci pertemuan.
- Terkadang pertemuan akan diikuti dengan kekekalan yang indah. Tak seterusnya pertemuan diikuti dengan perpisahan.
+Kamu lupa, perpisahan bukan berarti hanya kita ingin berpisah. Perpisahan juga bukan selalu karena kehendak kita. Karena kehendak Tuhan.
- Tapi itu lain……..
+Lain lagi apanya? Sudahlah…… tidak akan ada habisnya pembicaraan ini. Saya hanya suka memandang segala nya 1 dimensi (katamu) Hitam putih. Saya bukan menyalahkan pertemuan. Hanya saja kenapa harus ada pertemuan kalau Tuhan tahu nantinya ada perpisahan?
- Entahlah…… saya hanya suka pertemuan. Tidakkah kamu sadari alasannya? Karena pertemuan berarti sebuah kesempatan, sebuah pemikiran baru, sekelumit mimpi anyar.



Aduh lagi error nih :(
Posted by at 1:33 PM | | 1 comments
Valentine……………

14 Februari, kerap diidentikkan dengan valentine, pink, bunga, coklat, kartu bentuk hati, ungkapan cinta, pelukan kasih, tatapan sayang :p
Tidak ada salahnya 1 hari ini kita meluangkan sedikit waktu kita untuk mengekspresikan rasa sayang kita kepada orang lain.

Berhubung saya ga ada stok bunga, coklat, kartu. So, saya cuma bisa kasih ini …………


I love You (all) + cup-cup muah-muah + hug-hug
Posted by at 10:19 AM | | 0 comments
Tuesday, February 08, 2005
Pupus sudah harapan saya untuk bertemu lagi dengannya. Seperti biasa, hanya harapan semu yang selalu ia lontarkan. Dan pada akhirnya tidak ada satupun yang berujung dengan pembuktian.
Sirna sudah keinginan saya untuk dapat bercakap dengannya. Sejuta kata yang akan terlontar tiba-tiba harus kembali tertelan. Ada yang tersekat di batang tenggorokan. Udara terasa sesak. ~~ Sesuatu yang mengganjal karena terganjal. ~~
Patah sudah sayap saya untuk dapat terbang kembali bersamanya. Sejak tiupan angin yang tiba-tiba berhenti bergerak menghancurkan sayap rapuh saya. Saya tak mampu terbang dan membumbung tinggi.
Mati sudah hati saya untuk dapat memilikinya. Saya tak bisa dan tak akan pernah bisa memilikinya
.


Saat sunyi mencekam, saat nafas meronta, saat lirih merintih memanggil pedih
Ah, kesepian ……….
Posted by at 5:48 PM | | 3 comments
Garing……….garing…………lagi ga ada ide buat nulis. Mo nulis rencana liburan besok (Feb 9-13, 2005) tapi liburan kemana juga masih bingung. Ah, mungkin ntar abis makan siang si ide bangun. Meanwhile baca blog orang2 dulu.

Antara Jogja, Bandung dan Jakarta ^_^
Posted by at 9:11 AM | | 1 comments
Monday, February 07, 2005
Selamat pagi semua………….

Disini hujan rintik-rintik, nyaman banget rasanya. Adem. Hmmm hari ini saya mau sedikit bercerita tentang teman serumah saya. ‘D’ namanya. Asal dari Jogja, fisiknya secara keseluruhan ok. Putih, rambut panjang, manis. Yah 1 rumah sini emang manis-manis seh :p.

Udah 1 minggu ini dilihat-lihat, didenger-denger dia lagi suka banget ma lagunya KD yang judulnya ada setia-setia gitu. Sering banget nyanyi lagu itu, suaranya TOP BGT (bekas penyanyi TVRI). Pokoknya dimana aja, kapan aja lagunya itu. Mau dinyanyiin tunggal komplet dari awal ampe akhir atau mau medley dicampur lagunya Siti Nurhaliza, pokoknya ada lagu itu. Ga boleh ketinggalan, jadi semacam lagu wajib buat dia. Karena hampir tiap saat kita denger lagu itu, lama kelamaan kita jadi mulai agak ngeh ama liriknya.

Sampai suatu hari, pas kita bertiga lagi nongkrong ngemil sambil nonton DVD. Iseng-iseng saya bertanya ‘Lagunya KD ya ‘D’ ?’
D : Iya mba
A : oooo I c, lg seneng ma lagu itu ye?
D : he eh (sambil senyum lebar)
W : iya neh, perasaan lagu itu2 mlulu, bagus seh, cuman kayanya ada apa2 di balik lagu itu
A : :D abis lagunya setia-setia
D : iya je mba
W : co km (di Jogja) napa? Baik2 tho? Apa dia selingkuh? Koq lagunya itu?
D : itu dia masalahnya mba, dia ga selingkuh, lha wong dia sayang banget ma aku
A : lha terus?
D : akunya yang selingkuh, kayanya aku dah mulai suka ma co laen (disini)
A,W : HAH???????????????
A : hahahaha ……………ck…ck….ck…..
W : sip, ok deh, gossip baru neh :D
D : Itu dia mba, bingung nih, gimana yah?
A : gimana2? Apanya yg gimana?
W : btw, ma sapa ‘D’?
D : ma si ‘W’
W : dia? wah si ‘D’ gerak cepat jg rupanya (sambil applaus tp bkn standing applaus)
D : bingung, piye gitu, aku jahat ya mba?
A : ya kamu ngerasanya gimana? Emang salah co mu apa? Kurang perhatian?
D : ga, akunya aja ngerasa laen aja sejak kenalan ma ‘W’ ini
A : ya iyalah laen, lha wong orangnya laen
W : laen produknya laen rasanya jack!
…………..

Masih panjang sebenernya obrolan kami berlanjut, sampai jam 1 dinihari (itu pun masih berlanjut). Saya ga mengira kalau ternyata malah ‘D’ yang mulai jatuh cinta, saya ga menyangka kalau secepat itu ‘D’ bisa jatuh cinta (baru 1 bln disini). Saya kaget waktu tahu ternyata ‘D’ mulai tidak setia. Karena selama ini imej dia di depan saya adalah wanita setia. Kekagetan saya juga dipicu dengan pengalaman saya selama ini yang menampilkan kecenderungan pria untuk tidak setia. Pihak pria yang selama ini identik dengan ketidaksetiaan (di benak saya) bukan pihak wanita. Tapi ternyata kali ini saya salah. Salah besar.

Jadi selama ini dia menyanyi untuk meyakinkan diri dia sendiri untuk setia, bukan meminta orang lain untuk setia kepadanya.

KRISDAYANTI - Cobalah Untuk Setia
Apalah maumu kasih
Kau pilih diriku didalam hidupmu
Nyatanya kulihat kini
Tak bias kau coba untuk setia
Sudah cukuplah sudah
Ku memberikan waktu
Kau selalu tak bisa
Mencoba untuk setia
Reff :
Yang selalu kuinginkan
Yang selalu kunanti
Ku coba untuk mengerti
Apalah arti mencinta
Dan harus kau sadari
Bila ingin bersamakuJangan coba kau ingkari
Cobalah untuk setia
Bridge :
Masihkah aku di inginkan….
Masihkah aku di dambakan…
Masih ada waktu untukmu…
Bersamamu akankah kujalani hidup

Batas antara kesetiaan, kepercayaan, kemunafikan, kebohongan sangatlah tipis pada sebuah hubungan. Rentan. Terlalu setia akan menimbulkan kebodohan. Terlalu percaya membuat kebebasan yang kebablasan. Semuanya menimbulkan kenyamanan semu. Susah menjalani semuanya dengan ‘sedang-sedang saja’. Rasanya semakin sulit mengukur kadar kesetiaan seseorang (termasuk saya). Ada orang yang berwajah alim tapi ternyata pasangan lawan jenisnya bertebaran dimana-mana. Ada orang yang keliatan sangar + tato2 tapi luar biasa setia dan menurut dengan pasangannya. Beragam ukuran kesetiaan.

Dulu saya pernah membaca, kalau mau membuat pasanganmu setia terhadapmu, beri dia kebebasan. Jangan pagari/bentengi dia dengan ketidakpercayaanmu. Tapi ternyata terlalu percaya malah berakibat sebaliknya, pasanganmu dengan mudah untuk tidak setia.

Kepercayaan yang kurang akan menimbulkan ketidaksetiaan, kepercayaan yang berlebih juga akan menimbulkan ketidaksetiaan. Bingung euyyyyy

Sampai sekarang kita masih menunggu kelanjutan cerita ‘D’. Penasaran siapa yang akan dia pilih? Cintanya yang sudah berjalan selama 6 bln? Atau cintanya yang tumbuh seiring dengan rasa terbiasa selama 1 bln? Yeah……….jangan-jangan (ini praduga tak bersalah saya) si ‘D’ ngerasa kesepian aja, makanya pas ada yang PDKT si ‘D’ ngerasa seneng?
Weleh kalau bener itu aja akar permasalahannya, kayanya ga cukup berharga sebuah ikatan yang sudah terjalin cukup lama dibandingkan cinta sesaat. Entahlah…………..yang pasti saya masih ingat pertanyaan ‘D’ hingga hari ini
D : kalau mba April piye?
A : wah itu pertanyaan mudah, jawaban sulit ‘D’
D : lha ya…….terus gimana ini kalau posisi mba di aku?
A : ( mimik andalan……………….senyum garing pepsodent) hehehe


Ayo mencoba untuk tetap setia (lho!!!)

Posted by at 10:27 AM | | 3 comments
Saturday, February 05, 2005
Wah, udah lama ga coba nulis-nulis lagi……………. Diitung-itung mungkin udah lebih dari 1 minggu ga nulis. Selama 1 minggu itu banyak banget yang terjadi disini. Banyak peristiwa yang menyenangkan, menyebalkan, dan yang terakhir tragis (benar-benar tragis).

Dimulai dari hari Sabtu (29 Januari) abis pulang kerja langsung pulang ke Semarang, hanya kali ini tidak langsung pulang ke rumah tapi ke rumah Budhe (kakaknya mama). Ada apa gerangan yah? FYI aja, saya tidak pulang ke rumah bukan karena sudah tidak diinginkan oleh mama tercinta, tapi karena Budhe lagi punya gawe alias ngunduh mantu anaknya lanang
mbarep (mantu anak cowoknya yg sulung). Yeah seperti biasa, gini-gini saya laris juga disuruh jadi penerima tamu (apa karena gratis kali ye……….hehehe). Nah yang jadi masalah, jadi penerima tamu itu sama aja dengan kerepotan, karena notabene pakai kebaya, konde, make up tebelllllll banget dan semua yang berbau-bau jawa repot :( dan yang lebih repot lagi, saya kondean buat sore itu + siang besok harinya (30 Januari) walahhhhhhhhhh oh noooooooooo.

Minggu (30 Januari) pagi-pagi sudah stand by di rumah Budhe (lagi). Cukup kaget sesampainya saya disana, si Kenny (ponakan tersayang yang ntar jadi pengapit) udah selesai dirias!! Kata Budhe si Kenny ga bisa tidur semalem, saking pengennya dirias dia udah bangun sejak jam 2!! Bayangin aja tuh. Sambil memikirkan semangat Kenny (yang belum bisa saya terima dengan akal sehat) mulailah ritual sasak menyasak rambut yang jelas sangat menyakitkan (saya yakin kaum adam ogah kalau disuruh begini), polesan tukang rias (yang entah kenapa tidak berhenti mengoles-oles apa aja di wajah saya). Setelah bagian pas foto dipermak (emangnya jeans?) gantian deh bagian keseluruhan alias pakai kebaya, jarik hikshikshiks……..
Dandan semua udah kelar………liat ke kaca, surprise!!! Saya berubah!!! Jadi lebih cantik (tersipu-sipu malu, hehehe) ga sia-sia itu tukang rias nempelin dempul muka. HAHAHA.
Udah jam 9, si Budhe udah teriak-teriak, ayo semua berangkat ke gedung. Kita para ceweks menjawab dengan lemes ‘ iya Budhe…….., sabar acara jam 11’. Ternyata jawaban kita salah total, karena abis itu entah kenapa semua orang disitu (mulai dari Kenny-STW (setengan tua)-ampe yang tua) bilang ‘yo rak iso tho cah ayu………….kudhu siap-siap saiki!!’ (ga bisa dong anak cantik, harus siap sekarang!) Oh God!! Mereka kompak sekaleee.
Hanya saja pas kita dah mau masuk mobil, saking semangatnya para pengapit (Kenny & Sandra) mereka yang lari-larian kesana kemari, jarik mereka lepas……. Huehuehue untung aja mereka masih anak-anak, coba kalau udah gede bisa jadi tontonan gratis tu, cihuyyyy berangkat ke gedung agak di delay nih (thanks God for your kindness to me)
Alhamdullilah semua acara lancar, ga ada gangguan dan halangan berarti. Ketemu banyak sodara. Seneng banyak yang memuji ‘aduh……..anaknya Ida (nama mamaku) dah gede, cantik lagi, cieeee…..’ tapi tiba-tiba saya harus kecewa, karena biasanya pernyataan tersebut selalu diikuti dengan pertanyaan ‘kapan nyusul?’ :( So berdasar pengalaman, saya selalu jawab dengan pertanyaan yang sama plus mimik bloon andalan saya disaat genting seperti itu ‘nyusul kemana Eyang/Pakdhe/Budhe/Om/Tante/Mas/
Mbak?’ Nah lo…….. 1-1

Senin (31 Januari) dini hari jam 3 pagi, mesti siap-siap ke
mbali ke habitat. Sambil nunggu jemputan, saya mulai mencari dan membawa makanan yang bisa dibawa. Maklum anak rantau maunya gratissss terus. Yup, jemputan datang, pamit cium tangan mama. Lets Go!!!!
Nyampe di Jepara jam 4.30, nyambung tidur lagi, bangun lagi jam 6.30 mandi, mulai kerja (nunggu jemputan lagi). Di kantor seperti biasa sampai sekitar jam 13.00 ada sms masuk, bunyinya ‘April, ntar malem ada acara ga? Jam 7 kita mau makan duren (duren Jepara terkenal lho), kita jemput yah?’ Hmmmmmm, tawaran okeh juga, ‘iya…..jemput yah’ . Duren gratis.

Selasa (1 Februari) mo cerita apa yah? Yah biasa-biasa aja seperti hari-hari sebelumnya, kecuali nanti jam 7 diundang makan-makan lagi…….. Masa undangan makan ditolak? Ga mungkin lah ya…….saya selalu menghormati undangan makan-makan, hehehe.
Malemnya saya demam. Panadol where r u?

Rabu (2 Februari) kerjaan lagi banyak-banyaknya. Sementara mengurangi intensitas chatting (tapi mena
mbah intensitas blogwalking, yeah sama aja boong) Capekkkkkkkkk, masih demam, ditambah pusing. Bete

Kamis (3 Februari) Sakit saya masih berlanjut……………..mulai keluar ingus, mama anaknya pilek nih. Mana saya harus ke Pati lagi :( Sekitar jam 3 sore saya baru balik, buka email-email. Nah disinilah musibah tragis dimulai. Pas saya mau bales email temen di Jakarta (Novi namanya) gimana caranya saya sampai sekarang juga ga tau. Saya malah ngirim ke salah satu expatriat (jepang) di Jakarta. Waduhhhhhhhhhhhhhhhhh panik, langsung saya kirim email lagi ke expat yang isinya sorry…..sorry…..sorry mlulu lah pokoknya. Abis itu saya telfon yang di Jakarta, ‘Nov, ntar kalau ditanya-tanya jawab…bla….bla… yah? Ok?’ eh malah yang disana bukannya prihatin malah ngakak abis-abisan. Beteeeeeeeee. Saya mesti lebih ati-ati sekarang sebelum kirim email.
Malemnya masih mikirin email itu, H2C (Harap Harap Cemas). Yang terjadi, terjadilah….

Jumat (4 Februari) Berangkat kerja dengan hati yang mulai ringan. Tidak terlalu dipikir lagi masalah email kemaren. Yah paling ditegur, dapat SP 1 (Surat Peringatan) bukan Surat Puas pas jaman kuliah di Sipil dulu. Seneng pas datang di kantor, banyak temen Bill dateng. Ada Rob (jadi inget banjir di Semarang) Selby yang sudah berumur tapi ramah banget, keramahan khas Irish people, Aubert (ganteng booooooo………tinggi lagi, ck….ck….ck……lumayan setelah selama ini liat penghuni panti wreda yang itu-itu aja), trus ada lagi Pratondo namanya, yang ini pribumi cuman ganteng juga!!!! Hip….hip…..hura ada 2 cowok menawan di kantor, saya ngerasa yakin kalau hari ini pasti sangat mudah dijalani. Langsung telfon temen kantor laen (yang waktu itu foto bareng ma Dede Yusuf pas kunjungan kesini), ‘woi ada cowok ganteng di kantor sini, mau liat kagak?’…………….. dijawab dengan lantang ‘ ya iyalah………..jelang dos!’.
Norak yah? Pasti kalian bilang norak, abis gimana. Di proyek ini banyak banget expatriat (lebih dari 150) dan lebih banyak lagi di Jepara, tapi expatriat yang memenuhi kesehatan itu yang jumlahnya ga lebih dari jari tangan kita. Itu yang jadi masalah besar buat cewek-cewek disini. Ga ada pemandangan! Yang bener aja, gersang gersang deh. Karena itu, cewek-cewek disini selalu saling kasih info kalau ada barang bagusan dikit. Hahaha (jangan tersinggung ya kaum co!!)

Hari ini (5 Februari) Niatnya berangkat lembur ke kantor. Sampai di kantor malah lembur bikin tulisan di blog. Makan overtime allowance buta neh. Bentar lagi jam 12, mo balik ke Semarang. Mama anakmu pulang…………………………!!

Itu ringkasan peristiwa 1 minggu kemaren, suka duka saya lalui. Banyak peristiwa banyak makna. Saya kehilangan 1 seorang teman, beliau keluar dari sini dapat tawaran yang lebih bagus di luar. Nyesel sih kenapa beliau harus keluar tapi di sisi lain seneng karena beliau dapat yang lebih baik. Demam saya dah turun, berat badan saya naek lagi gara2 makan gratis terus :( but anyway saya berharap moga-moga Allah SWT masih memberi saya kesempatan lagi di esok hari untuk menjalani hari-hariNya.


~!@#$%^&*()_+ Its gonna be another day……….

Ps. Hebat bener temen-temen di Blog City, pinter-pinter nulis. Salut 4 jempol buat mereka, ada aja ide yang mereka tuangin ke blog. Ayo April semangat nulis!!

Posted by at 10:27 AM | | 0 comments
Made by Golda