Cinta dan benci
AYO SEMANGAT!!!
Ajakan diatas sebenarnya lebih tepat ditujukan untuk saya sendiri, karena saya cenderung menjadi pemalas akhir-akhir ini. Tapi walaupun saya seorang pemalas :( tidak ada salahnya kalau saya mencoba menyemangati anda agar saya punya teman untuk tetap bersemangat dan saya harapkan semangat anda untuk saya.
Ok, kita mulai !!
Semangat beribadah (apapun bentuk dan implementasi kepercayaan anda terhadap-Nya). Saya cenderung ingat Yang Maha Kuasa disaat saya ‘jatuh’, tapi disaat saya ada diatas, saya mudah untuk mengabaikan-Nya -à Jangan tiru saya yah!! Saya bukan seorang alim atau seorang suci, tapi sepertinya beribadah adalah wujud termudah manusia untuk lebih mengenal Dia.
Semangat bangun pagi à nah ini yang agak berat :(( bangun pagi disaat musim hujan seperti ini? Oh no!!!!! susahhhhhhhh, sebelum weker capek berbunyi, sebelum teman serumah menggedor-gedor pintu, sebelum wajah angker bos terbayang, rasa-rasanya untuk membuka matapun terasa berat. Tapi (ada tapinya) kalau hari itu ‘my pay day’ alias tanggal 25, lain lagi ceritanya, hehehe. So, kali ini tiru cara saya buat teman-teman yang agak susah melek pagi. Pasang alarm 2x. Biasanya saya memasang 1 alarm di jam weker, 1 alarm di hp dan biasanya lagi saya sengaja membuat lebih awal 10 menit jam-jam di kamar saya. Jadi kalau alarm yang 1 ngadat, at least we have another alarm!
Semangat beraktivitas (apapun jenis aktivitas anda, mulai dari mandi, berdandan, bekerja, sekolah, belanja, membersihkan rumah dan sebagainya). We must maintain our spirit. Saya percaya segala sesuatunya yang dilakukan dengan niat yang tulus, semangat yang tetap menyala (walaupun nyalanya mulai redup ) pasti akan berjalan seperti seharusnya atau minimal mendekati yang seharusnya. Kalaupun hari ini ada sedikit kegagalan, kesalahan, tidak ada salahnya untuk tetap bersemangat menghadapi sisa hari dan bersiap kembali untuk hari esok.
Semangat dalam pertemanan, percintaan, hubungan kasih sayang.
Tidak bisa dipungkiri terkadang kita menemui banyak kendala dalam menjalankan aktivitas sosial kita, itu wajar. Nobody perfect, walaupun tidak sengaja terkadang kita menyakiti orang-orang di sekitar kita, lewat ucapan, lewat tulisan :p, sikap dan tindakan kita yang sekiranya menyebalkan bagi orang lain. Tidak ada salahnya untuk tetap bersemangat meminta maaf dan berlapang dada, bersemangat memberikan yang terbaik untuk orang lain, bersemangat membuka pintu maaf kita dan berbesar hati. Jangan lupa untuk bersemangat memberikan senyum tulus ikhlas kita untuk orang di sekitar kita.
Buat orang yang sedang patah hati, rasa-rasanya tidak rugi kalau kita tetap bersemangat menjalani hidup serta tetap berpijak di bumi. Masih banyak yang bisa kita lakukan. Dan yang penting (buat cewek) masih banyak lelaki baik di luar sana!
Buat orang yang sedang mencinta, jaga semangat anda agar rasa cinta anda tidak mudah pudar (tapi jangan terlalu mengikat, karena sikap itu akan mematahkan sayap pasangan anda untuk mencoba terbang dan jangan terlalu longgar, karena kebebasan terkadang menyakitkan), bersemangatlah menjaga kaki anda untuk tetap berpijak di bumi bukan selalu di awang-awang karena tidak selamanya cinta itu indah.
Semangat menyongsong esok hari
Yesterday is history, Today is present and Tomorrow is mystery.
Kita semua tidak tahu apa Yang Maha Esa rencanakan untuk kita, karena itu apapun yang terjadi esok, terjadilah dan siapkan diri kita untuk menghadapinya.
Seperti saya yang tetap semangat menjaga niat saya hari ini untuk berlatih menulis. So, saya harap semangat saya menulari anda dan saya akan selalu menanti semangat anda.
!@#$ Saturday means a lot $#@!
When I need love
Miles and miles of empty space in between us
When I need you
It's not easy when the road is your driver
When I need love
When I need you
I just close my eyes and you're right here by my side
~~~ I Miss you ………. ~~~
Phone Booth
DVD yang saya liat 2 malam yang lalu. Phone Booth. Pertama saya pinjam jujur saja karena faktor Collin Farrell, si bad boy yang satu ini yang konon membuat degup jantung setiap wanita sejagat sedetik lebih cepat!! Masa sih? Penasaran saya dibuatnya. Penasaran ingin melihat kekuatan aktingnya selain di Alexander (yang saya nilai terlalu ‘manis’ kurang jantan :p). Itulah alasan mula-mula kenapa saya tertarik dengan Phone Booth.
Pertama kali melihatnya, prolognya cukup membuat kening berkerut, terhenyak tapi ga sampai shocked berat, alasannya?
THERE ARE OVER 8 MILLION PEOPLE IN THE 5 BOROUGHS OF NEW YORK +
ALMOST 10 MILLION TELEPHONE EXCHANGE LINE +
OVER 3 MILLION NEW YORKERS ARE CELL PHONE USERS +
4,5 MILLION RESIDENTS AND 2 MILLION VISITORS STILL UTILIZE PAYPHONES ON A REGULAR BASIS
weleh2……… saya kurang mengerti itu semua data akurat atau hanya rekaan, hanya saja prolog di atas tetap mampu membuat saya kaget dan terheran-heran. Kaget karena masa sih sebanyak itu (hanya untuk New York???? Gimana kalau seluruh dunia?!@#$%). Heran akan keajaiban teknologi, koq bisa ya (sel-sel kelabu saya masih membayangkan telepon dari TELKOM dengan kabel-kabel yang menjulur panjang ga karuan, kalau udah jutaan line seperti diatas apa ga ruwet tu? Gile bener……….pinter banget orang yang menciptakan sistem itu)
Sudahlah saya tidak akan mengajak anda ikut terhenyak seperti saya membayangkan line telepon yang berjuta-juta, bakal sibuk hari-hari anda memikirkan kabel. Bukan itu tujuan saya, saya akan mengajak anda menyelami alur cerita selanjutnya.
Alur cerita berjalan cepat (terlalu cepat malah) karena tumben malam itu cemilan saya belum habis disaat terpampang tulisan ‘the end’ :p
Dikisahkan si Collin (ceile akrabnya……...kaya saya kenal aja) ganteng (relatif), perperawakan tinggi dada bidang perut rata, fashionable (cenderung metroseksual julukan untuk lelaki berpenampilan super bersih, super keren, super wangi, super duper :D) saya bilang seseorang yang menarik untuk dilihat. Berprofesi sebagai Agen atau Penyalur atau Makelar atau Mak comblang? Whatever pokoknya intinya sales jasa. Semacam penghubung antara aktor/aktris yang belum terkenal, sedang terkenal, sudah terkenal dengan faktor penunjang kesuksesan mereka……..PUBLISITAS.
Kepopuleran berjalan seiring dengan publisitas. Entah itu publisitas yang positif maupun negatif. Istilah anak gaul sekarang yang cocok mungkin ‘ yang penting ngetop jack!! ‘
Bukan masalah besar pemberitaan yang ada jelek semua, yang penting masuk TV, yang penting foto terpampang di tabloid gossip.
Karena sebagian alasan itulah si Collin melakukan segala cara dan jalan untuk terkenal. Membual mengaku kenal dengan si A, si B sampai si Z akrab dengan bermacam media, berbohong dengan menjanjikan sesuatu yang tidak ada, mengeksploitasi kemampuan orang (dalam hal ini asistennya), membodohi banyak orang salah satunya adalah isteri si Collin dan banyak hal lain yang diperbuat olehnya. Semua ini dijalaninya dengan biasa bahkan terkesan semua itu adalah bagian dari rutinitasnya. Atau lebih ironis lagi saya boleh menyebut, kebohongan-kebohongan yang dilakukannya adalah pekerjaan utamanya. Tanpa kebohongan-kebohongan itu si Collin bukanlah siapa-siapa.
Sampai suatu saat dia terjebak di box telepon umum, satu persatu masalah mulai timbul. Satu persatu konflik terjadi karena banyak hal, mulai dari kebohongan, keegoisan, kemarahan dan bahkan kekasarannya. Terakhir penembakan yang tidak pernah ia lakukan. Semua itu diatur dan dilakukan oleh seorang asing (diperankan sekilas oleh Kiefer Sutherland). Seseorang yang entah datang dari mana dan tiba-tiba saja merusak tatanan hidupnya selama ini. Seorang pembenar?
Akhir cerita? Saya tidak akan menceritakannya, karena saya yakin anda pun pasti berani bertaruh tinggi dan berkata penuh percaya diri ‘ah……………..pasti happy ending!!’, seperti layaknya Hollywood movie :p
Yang ingin saya singgung disini adalah kejujuran, di film tersebut dilukiskan kebohongan membawa kehancuran cepat atau lambat. Karena itu di akhir film, si Collin mengakui semua kebohongannya (yang sedikit dipaksakan agar penonton wanita seperti saya ‘feeling blue’) padahal di satu sisi menurut saya, kejujuran di film tersebut membawa tragedi. Dua orang korban tak bersalah (1 orang germo dan 1 orang pengantar pizza) yang tidak tahu apa-apa, yang hanya kebetulan saja berada di tempat dan waktu yang salah. Yang secara tidak sengaja terjebak dalam keruwetan hidup Collin. Meninggal sia-sia.
Saya lihat disini ketimpangan antara keinginan ‘pembenar’ ( saya lebih suka memanggilnya pembunuh, psikopat yang tak tahu diri ) untuk membuka mata Collin akan kejujuran dan keinginan ‘pembenar’ untuk melindungi diri sendiri dengan menutupi kebenaran yang sebenarnya.
Jadi kesimpulan yang saya tangkap dari film tersebut, si ‘pembenar/pembunuh’ menghilangkan nyawa 2 orang tak bersalah untuk menyadarkan Collin akan pentingnya arti kejujuran tapi disisi lain dia membunuh dan berbohong untuk menghilangkan kejahatannya. Agar apa? Agar dia tetap hidup bebas dengan kebohongannya :(
Apakah semua itu cukup setimpal? Apakah sebanding kematian dengan arti kejujuran yang didapat? Ataukah memang benar kejujuran akan selalu berjalan beriringan dengan kebohongan? Pertanyaan itu yang terus bergelayut di pikiran saya saat film selesai. Dan anda boleh tidak percaya, tapi saat itu saya memutar ulang film tersebut. Saya pastikan lagi saya tidak melewati satu momen kecil sekalipun. Untuk terus mencari apakah arti ‘no more lies’ di film tersebut?
Kejujuran?
Tulisan ini sengaja saya buat untuk menambahkan tulisan yang teman saya buat di http://laluwaktu.blogspot.com. Dia menuliskan dan melukiskan bagaimana sekedar anggukan memberi banyak arti dalam kehidupan. Bagaimana sebuah anggukan dapat memberikan ‘sedikit’ keamanan, bagaimana sebuah anggukan mampu memulihkan tingkat kepercayaan diri seseorang, bagaimana sebuah anggukan bisa menghilangkan perbedaan yang nyata-nyata terbentang di depan mata kita dan seribu alasan lain bagaimana anggukan memberi arti yang berbeda.
Itu tadi yang teman saya ingin katakan, ‘sekedar’ anggukan, padahal sebenarnya bukan hanya ‘sekedar’. Akibat yang ada lebih bicara banyak dibanding kata-kata ‘sekedar’. Teman…………… itu bukan ‘sekedar’ buat seorang Apriliana :)
Sekarang kita beralih sebentar untuk ‘sekedar’ tersenyum. Saya ambil judul di atas hanya untuk ‘sekedar’ menarik perhatian. Banyak orang menyarankan, judul tulisan harus eye catching (itu kalau bisa………….. kalau ternyata judul saya tidak memenuhi syarat ya gpp…..hik….hik)
‘Sekedar’ tersenyum, rasa-rasanya tidak sulit bukan buat kita bukan? Let see, sekedar memberikan senyum kita saat pagi menyapa, sekedar menyunggingkan senyum kita sewaktu kita menyapa teman kerja, sekedar memberi senyum tipis sewaktu kita berpapasan dengan tetangga sebelah, tersenyum saat membaca tulisan dan lelucon email seorang teman, atau senyum malu-malu saat bertemu dengan seseorang yang sedang ‘mengganggu’ mimpi kita…… :”> (ini icon YM kalau senyum + malu-malu pipi merona merah) atau banyak macam senyum yang bisa kita berikan untuk sekeliling kita.
Tidak ada yang salah dengan tersenyum. Saat kita tersenyum (saat ini yang saya bahas adalah senyum tulus bukan senyum penuh kelicikan!!) entah kenapa saya merasa sekeliling saya akan ikut tersenyum. Orang yang pemarah sekalipun akan luluh (cobalah teman!). Saat kita tersenyum, hari ini akan terasa lebih baik dari kemarin, lebih ringan kita menjalani hari-hari.
Saya tidak meminta anda semua tersenyum setiap saat (ntar disangka gila lagi……malah repot) hanya tersenyumlah disaat yang tepat. Anda akan mengetahui sendiri kapan saat yang tepat itu tiba…………. Dan ini bukan ‘sekedar’ senyuman karena sejujurnya senyum anda teramat indah dan teramat berarti buat sekeliling anda.
~~~~ tersenyumlah teman walaupun hatimu sedang beku dan merintih pedih ~~~~
Semudah itu kau ucapkan kata maaf kekasihku
Dimana perasaanmu
Menyakitkan bila cintaku dibalas dengan dusta
Cool song……………… , ujan2 browsing sambil dengerin lagu ini, weleh koq rasanya nelangsa :( mana laper lagi :((
Do not pay full attention for the title above, just title……………. But deep meaning :))
Pengucapan keduanya antara chatting (ce-ting) dengan cheating (ci-ting) hampir sama. Tapi walaupun hampir sama, artinya jelas beda dong (masak sih?)
Let see, kayanya di jaman serba instan seperti sekarang ini, istilah chatting dan cheating kerap kita dengar. Apalagi kalau kita sedang berada di dalam kawasan ‘teenager’,lingkungan mahasiswa-mahasiswi kemudian kantor (yang menggunakan fasilitas internet tentunya termasuk kantor saya, thanks to……. )
Seperti saya, hampir setiap hari saya menggunakan fasilitas ini (tergantung sikon). Buat tetep kontak dengan teman2 dekat saya atau sekedar say hello menanyakan kabar masing2. Kemudian lambat laun, fasilitas ini memanjakan saya untuk bisa berhubungan dengan teman yang baru sebentar saya kenal (hingga akhirnya saya kenal dekat, terlalu dekat malah). Belum lagi suatu hari, ada seorang teman yang benar-benar baru mengundang saya untuk dijadikan teman (yang akhirnya saya tahu dari mana asalnya beliau ini tahu ID saya, ternyata tidak jauh2 dari kawasan Sudirman, hehehe). Masih belum cukup? Terkadang saya masuk ke chat room yang akhirnya berimbas dan berujung kerepotan. Karena apa? Karena biasanya para chatter amatiran itu (yang menurut saya biasanya anak SMP, SMU atau yang punya kelainan aneh2) menanyakan hal2 yang seharusnya tidak ditanyakan. Mulai dari status, body sizes (any kind of sizes!!!), menawarkan untuk melihat kejantanan mereka dan terakhir ajakan xxx (yang pasti bukan nonton film X men apalagi ngajak maen catur).
Hebat euy pengaruh chatting!
Koq saya malah ngelantur promosi tentang chatting ya………. Begini, kalau ditanya ‘ apa hubungannya chatting dengan cheating? ‘ saya bisa saja menjawab ‘ hubungannya baik2 saja ‘ hehehe becanda. Jelas ada dunk!! (saya mengucapkan tanpa ada kesan emosional lho, sungguh! Suer deh!) Maksud saya, chatting berfungsi sebagai fasilitas untuk cheating.
Mungkin awal muasalnya hanya sekedar iseng-iseng di chat room, ngobrol ga karuan kesana kemari, berbagi opini bahkan hanya sekedar bercanda. Lama kelamaan intensitas chatting semakin meningkat seiring dengan ‘kebutuhan’. Dan tidak bisa dipungkiri, bukan hanya yang masih single saja yang suka chatting. Toh ini hanya dunia maya virtuil, tanpa kita perlu tahu sisi kebenaran yang sesungguhnya. Tanpa perlu bukti bahwa teman chatting kita benar-benar belum punya pasangan dan begitu juga sebaliknya teman chatting kita memandang kita.
Dulu seminggu sekali ketemu di depan komputer, lama-lama janjian chatting setiap hari, lama-lama setiap beberapa jam sekali (tanpa perlu janjian). Dan itu ga cukup 1 atau 2 jam saja, seringnya lebih. Apalagi kalau obrolan seru, waktu bener-bener tidak terasa. Yeah ini lain soal kalau kita chatting di warnet yang ga gratis.
Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit alias banyak….. hehehehe
Nyambung besok ah :p
Panik…….panik……..panik……… keringetan, napa kameranya ga mau nyala? Wah!!!!!!! Gimana sih ini?
Ups….. ternyata itu kamera harus di charge kalau baterainya abis (itu pun aku tau dari si Phil setelah dia baca manual book ma liat Cdnya), hahahaha aku pikir selama ini ga perlu, dasar gaptek!!
Panik waktu tau kamera satu-satunya ga bisa nyala, lha wong cuman punya satu, ga nyala lagi………. Wah gawat kan? Ternyata baterainya. Alhamdullilah :)
Selama ini, kamera itu punya banyak kenangan, biarpun jelek, hasil jepretannya lumayan lah buat kapasitas saya. Lagian menurutku, sebenernya bukan kameranya yang penting, tapi objeknya. Kalau objeknya manis ya biarpun kameranya dah dari jaman jebot tetep aja hasilnya manis. Sama halnya, biarpun kameranya bagus, canggih, mahal kalau objeknya ga asyik ya maaf aja soal hasil, hehehe
Mulai dari mama, papa, adek, sodara, teman2, orang kantor (kecuali si bos) udah pernah kena jepretan si kamera mungilku. Pixelnya ga gede (kekecilan malah) cuman selama ini aku ngerasa fine2 aja tuh. Sering diledekin ma temen kos (tadi pagi juga), ‘ ganti aja napa? Beli yang bagusan ‘, wah bukannya apa2 jack, aku mulai suka ma kamera ini (ga tau hari2 berikutnya). Pokoknya aku suka (tapi bukan berarti aku nolak kalo ada yang berminat mau memberi).
Aku akui, paling banyak ya foto diri. Abis kalo pas lagi isengnya kumat, di kamar foto2 sendiri (malu kalo mo difotoin ma temen kos) sambil cari angle yang paling ok (sampai sekarang belum ketemu angle yang paling pas buat foto) sambil latihan gaya puter2 sana sini ( tapi masih belum bisa jadi pengikut paham totalitas :p )
Dulu aku suka kamera ini karena wadahnya (mungil, kaya tas cangklong kecil) cool man!! Soal kameranya, biasa ga suka2 amat waktu itu. Seiring dengan kebutuhan (ceile……. Suit………suit……..) kamera mungil mulai sering dipakai, lama2 suka deh…….. (ini nih yang namanya witing tresno jalaran ora ono sing liyo) hahahaha apa coba :)
Udah ah…….
Kata mutiara diatas saya kutip dari Tabloid Cempaka, waktu saya baca terasa pas dengan kondisi saya saat itu. Saat itu saya sedang 'terdampar' di Rumah Sakit, sakit, sendirian. Saya merasa menjadi orang paling malang, tak henti-hentinya pertanyaan menggugat saya muncul bergantian
' kenapa saya? '
' kenapa ini terjadi? '
' kenapa terjadi saat ini? '
kekalutan saya semakin meningkat........ saya mulai membandingkan diri saya sendiri dengan orang lain (mulai dari temen-temen, saudara, tetangga)
' kenapa si A sehat terus? '
' kenapa si B yang menyebalkan malah ga pernah sakit? '
' kenapa si C yang yang dah punya segalanya keliatan bugar dan terus berseri? '
Frustasi, jengkel, marah, sedih, pengen nangis tapi apa yang mau ditangisi?
Mungkin gara-gara saya sakit dan kebetulan sendirian di kamar rumah sakit, saya jadi agak depresi.
' Atas dasar apa Tuhan beri cobaan dan berkah untuk umatnya? '
' Sampai kapan Tuhan beri cobaan buat saya dan keluarga? '
' Apakah ini sebuah pertanda teguran dari Tuhan kalau saya mulai meninggalkan-Nya? '
Banyak sekali pertanyaan tak terjawab (sampai sekarang). Sampai akhirnya saya baca kalimat bijak diatas. Saya akui sulit untuk menjalaninya. But at least............. setidaknya rasa frustasi saya berangsur-angsur mereda, walaupun saya akui saya belum 99% menerima semua berkah Tuhan ini.
Saya belum bisa menerima dan mencerna makna dibalik semua langkah kehidupan saya. Saya belum bisa menangkap arti cobaan, teguran, berkah sesungguhnya.
Ambil kasus saya hari itu, saya sakit dan harus opname. Apa makna tersembunyi dibelakangnya? Apakah Tuhan menegur saya dengan cara ini? Ada yang bilang, mungkin ini pertanda saya harus istirahat. Apakah untuk istirahat saja, saya harus terlebih dulu masuk rumah sakit? Bukankah 'efek' dari sebuah rumah sakit cukup panjang? mulai dari biaya (gimana kalau pas saat itu saya atau keluarga saya sedang tidak ada uang?), kekhawatiran keluarga (karena untuk kedua kalinya saya masuk rumah sakit dalam 1 tahun ini, mama saya mulai sangsi akan kekuatan tubuh dan pikiran saya, dan ini mulai merimbas ke cita-cita saya) dan banyak lagi deretan panjang akibat dari rumah sakit.
Yang malah membuat rasa khawatir saya adalah kondisi orang-orang sekitar saya waktu itu. Saya malah membuat mama saya khawatir karena kesehatan saya. Padahal yang lebih ironis, saat itu mama sedang sakit.
GREAT !!! kurang apa lagi coba?
Saya tidak ingin menggugat Tuhan, saya hanya ingin bertanya. Itu saja. Yeah Walaupun saya tahu, tidak bijak rasanya kalau saya terus mempertanyakan itu semua.
Hanya, sampai detik ini saya menyadari bahwa yang perlu saya lakukan saat ini adalah mencoba belajar menerima, menerima dan menerima.
Apakah saya bisa? entahlah.... (karena pada dasarnya saya adalah manusia egois yang selalu mencari pembenaran untuk kepuasan diri sendiri)
Oh ya satu hal, munafik rasanya bagi saya kalau anda tidak pernah merasakan apa yang saya rasakan sekarang. Apapun bentuknya.
Aku pikir semuanya akan kembali semula
Aku pikir hanya dia yang berubah
Ternyata aku salah
Aku pun berubah………………..
Semuanya telah berbeda
Dan sia-sia rasanya aku mengharapkan semua kembali sama.
Cukup berhargakah waktu yang telah aku lalui?
Masih pantaskah perjalanan ini?
Perjalanan hidup ini panjang dan berliku
Lalui, hayati dan nikmati makna yang terkandung di baliknya
Jangan pernah menyesali masa lalu
Masa lalu adalah pelajaran termahal yang pernah kita dapat
.............. My Mother ..................
Puisi indah yang saya temukan pagi ini, tentang Ibu. Ciptaan Allah SWT yang luar biasa menurut saya. Tidak akan pernah cukup kata 'maafkan saya' dan 'terima kasih' seorang Apriliana untuk semua pengorbanan seorang Ibu yang selalu dilakukan dengan ikhlas untuk anak-anaknya. Ibu selalu 'ada' di hati saya, dan akan sangat berat bagi saya untuk tidak selalu mengingatnya. I love you Mom..................
- Lord, thank you for this very special friend, my Mother.
- Lord, I have this very wonderful friend, and I would like to thank you with all my heart, for creating her and letting her enrich my life.
- Thank you for all the years we've known each other and the confidences and hopes and troubles that we've shared.
- Thank you for the understanding we bring each other. For the patience we have with each other's faults; for the advice and even the scolding's we are able to give each other without either of us taking offence.
- Thank you for the help we have been to each other - in this way, and so many more.
- Thank you that because of her I am a better, happier person, and that she has grown as a person too, because of me.
- Thank you that she would give me anything in her power - time, money, work, possessions, encouragements, sympathy - whatever my need. And that she knows I would be as quick to respond to whatever her needs might be.
- Thank you that we can laugh together, cry together, rejoice together. And although we may not see each other as often as we would like, when we do come together it is always the same.
- Lord, Bless and keep her, this person you fashioned and filled with qualities that have meant so much to me. Lord thank you for the very special friend - My Mother
Larry S. Chengges
Teruntuk : Mama Ida
Wanita luar biasa yang paling saya kagumi, sayangi, cintai sepenuh hati dan jiwa
saya


